Budayakan Jumsih dan Tegas Tutup Tambang Ilegal, Upaya Bupati Dony Lestarikan Alam Sumedang
Sumedang – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satunya beberapa waktu lalu telah menutup tambang pasir di Tomo yang sempat viral dan segera menindaklanjuti tambang batu di Batudua. Langkah ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat.
“Terakhir kami menutup tambang di Tomo yang sempat viral. Saya tugaskan Satpol PP bersama camat untuk langsung menutupnya,” kata Dony usai menghadiri Pagelaran Wayang Golek di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang, Minggu (27/4) dini hari.
Ia menegaskan, tambang yang tidak memiliki izin resmi wajib dihentikan operasionalnya. Bahkan, untuk tambang yang izinnya masih dalam proses, Dony memastikan tidak boleh ada aktivitas penambangan.
“Kami terus memantau. Yang tidak punya izin kami tutup. Yang izinnya sedang proses juga tidak boleh beroperasi,” ujarnya.
Dony juga mengungkapkan bahwa sepanjang 2018 hingga 2024, sekitar 30 tambang ilegal telah berhasil ditutup. Ia berjanji, pengawasan ketat akan terus dilakukan agar tidak ada lagi praktik “kucing-kucingan” oleh pelaku tambang ilegal.
“Bagi yang sudah punya izin pun, kami awasi soal kedalaman, luas area, dan kewajiban reklamasi. Ini untuk memastikan alam Sumedang tetap terjaga,” tegasnya.
Dony mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Sumedang. Ia pun menginstruksikan Satpol PP untuk segera mengecek tambang batu di Batudua yang masih beroperasi.
“Besok Satpol PP kami turunkan ke Batudua untuk cek. Kalau memang terbukti, akan langsung kami tutup,” katanya.
Sejak dilantik, Dony memang gencar menggalakkan program pelestarian lingkungan, termasuk membudayakan Jumat Bersih (Jumsih) dan mendorong pemilahan sampah mulai dari rumah, sekolah, hingga perkantoran. Ia bercita-cita mengembalikan Sumedang sebagai kota buludru, kota terbersih.

Diberitakan sebelumnya, Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM. Dalam sambutannya di Pagelaran Wayang Golek yang menghadirkan dalang Yogaswara Sunandar Sunarya dari Giri Harja 3 Putra, KDM menyerukan penghentian tambang ilegal di Sumedang.
“Lamun nyaah ka Sumedang, rek miara Sumedang, rek ngajaga jeung ngariksa Sumedang, mulangkeun Sumedang kana dangiangna, eureunkeun penambangan ilegal di Sumedang,” ujar KDM di hadapan masyarakat.
Ia pun mendorong Bupati Sumedang untuk berani bertindak tegas menutup tambang-tambang yang merusak lingkungan.
“Pak Dony kudu leber wawanen. Tingaliken, tutup. Pokona jelema nu ngaruksak, tutup,” tegas KDM.
Dony menyambut baik seruan tersebut dengan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan alam Sumedang bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah provinsi.
“Kami minta untuk sama-sama mengawasi tambang yang ada di kabupaten ini,” kata Dony.
Ia juga menyebutkan bahwa seluruh proses penertiban dilakukan bersama Satpol PP dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat.
“Karena memang ini kewenangannya di Provinsi ini ijinnya. Jadi bersama-sama dengan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Satpol PP Kabupaten/Provinsi untuk menutup itu,” katanya.







