Ekonomi

Bantuan Domba dari DBHCHT Angkat Kesejahteraan Petani Tembakau Sumedang

Sumedang – Program bantuan ternak domba yang dibiayai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) menjadi angin segar bagi para petani tembakau di Kecamatan Jatigede dan Tomo.

Bantuan ini tidak hanya memperkuat sektor budidaya tembakau, tetapi juga membuka sumber pemasukan baru yang membuat kondisi ekonomi petani lebih stabil sepanjang tahun.

Ketua Kelompok Tani Tembakau Cibeusi, Desa Darmawangi, Kecamatan Tomo, Dedi, menuturkan bahwa populasi domba yang diterima kelompoknya kini berkembang pesat.

“Awalnya kami hanya menerima belasan. Alhamdulillah sekarang sudah jadi puluhan. Ini sangat membantu, terutama saat tidak sedang musim tanam tembakau,” ujarnya pada Selasa (25/11/2025).

Pengalaman serupa dirasakan Kelompok Tani Tembakau Sri Mandiri, Desa Cisampih, Kecamatan Jatigede. Ketua kelompoknya, Anung, menyebut kehadiran domba membuat petani lebih tenang menghadapi ketidakpastian hasil panen.

“Panen tembakau sangat dipengaruhi cuaca. Kalau hasil kurang bagus, kami kesulitan. Dengan adanya domba, kami punya tabungan hidup. Jika ada kebutuhan mendesak, kami bisa menjual hasil pengembangbiakannya,” katanya.

Dari sisi kebijakan, Ketua UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Tomo, Ujungjaya, dan Jatigede, Dedi Darmawan, menjelaskan bahwa penetapan domba sebagai bantuan DBHCHT telah melalui pembahasan bersama Dinas Perikanan dan Peternakan Sumedang serta Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI).

“Domba dipilih karena harganya relatif terjangkau sehingga lebih banyak petani bisa mendapatkan manfaat. Semakin banyak penerima, semakin besar dampak pemberdayaannya,” terangnya.

Ia menambahkan, domba memiliki siklus reproduksi cepat, membuatnya ideal sebagai penopang ekonomi petani.

“Dalam dua tahun, seekor indukan dapat berkembang biak hingga tiga kali. Kalau populasinya bertambah, otomatis pendapatan petani juga ikut meningkat. Mereka tidak hanya mengandalkan tembakau saja,” kata Dedi.

Manfaat lainnya juga dirasakan langsung pada kualitas tanaman tembakau. Kotoran domba menjadi sumber pupuk kandang yang mampu menjaga kesuburan lahan dan meningkatkan mutu daun.

“Pupuk organik dari kotoran domba membuat kualitas daun tembakau lebih baik dibanding hanya memakai pupuk kimia,” tuturnya.

Dengan demikian, kata Dedi, petani kini menjalankan dua sektor produktif yang saling menguatkan: bercocok tanam tembakau dan memelihara ternak.

“Dua sektor ini saling mendukung. Petani mendapat nilai tambah dari ternak, dan kualitas tembakau juga meningkat,” ucapnya.

Program bantuan domba dari DBHCHT ini diharapkan terus berlanjut mengingat dampak positifnya dalam meningkatkan kesejahteraan, ketahanan ekonomi, dan kemandirian para petani tembakau di wilayah Tomo dan Jatigede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button