Sumedang – Sebanyak 37 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi dilantik dan diambil sumpah janji jabatannya sebagai pejabat fungsional. Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila di Gedung Negara Sumedang, Kamis (23/7/2026).
Dari jumlah tersebut, 21 orang diangkat melalui perpindahan jabatan, sedangkan 16 lainnya lewat mekanisme penyesuaian jabatan. Mereka berasal dari sejumlah perangkat daerah strategis, mulai dari Dinas PUTR, Dinas Kesehatan, DPMPTSP, Diskominfo, Bagian Pengadaan Barang/Jasa, Bagian Hukum, hingga DKUKMPP.
Beragam jabatan yang diisi antara lain Penata Kelola Jalan dan Jembatan, Administrator Kesehatan, Pengelola Pengadaan Barang/Jasa, Pranata Komputer, Perencana, hingga Perancang Peraturan Perundang-undangan.
Amanah Besar, Bukan Sekadar Perubahan Status
Dalam arahannya, Wabup Fajar mengingatkan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial semata, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara, masyarakat, dan Tuhan YME.
“Selamat kepada semuanya. Jabatan ini bukan sekadar perubahan status, tapi amanah yang harus dijalankan penuh integritas, pengabdian, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Ia pun menekankan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data. “Good data, good decision, good result. Data yang baik lahirkan keputusan tepat, yang akhirnya beri hasil nyata bagi daerah,” tambahnya.
Pesan 5 Poin & Semangat ‘Sumedang Membumi’
Wabup Fajar menitipkan lima pesan utama kepada para pejabat baru: jaga integritas, tingkatkan kompetensi terus-menerus, bangun kerja sama kolaboratif, berikan pelayanan terbaik, dan terus berinovasi.
Ia juga mengajak seluruh ASN menghidupkan semangat Sumedang Membumi: kadeuleu, karasa, karampa—artinya setiap program harus terlihat, terasa manfaatnya, dan benar-benar sampai ke masyarakat.
“Jadilah agen perubahan. Melayani dengan tulus, bukan ingin dilayani. Pembangunan berjalan cepat jika kita bersinergi, bukan ego sektoral,” tegasnya.
Pelantikan ini pun diharapkan memperkuat visi Sumedang Simpati Semakin Maju Menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus memastikan pelayanan publik makin cepat, transparan, dan akuntabel di era digital.










