BisnisHiburan

Mengenal si ‘Megatrust’, Burung Merpati Jawara Asal Buahdua Sumedang

Sumedang – Di balik kesuksesan merpati balap yang menjadi jawara di beberapa perlombaan burung merpati di Jawa Barat, ada nama Megatrust, merpati milik seorang pemuda yang berasal dari Bojongloa, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Dimas Purnama Adie yang sukses menyabet juara pertama di sejumlah daerah seperti Ujungjaya Sumedang, hingga Subang.

“Ujungjaya, Subang, Sumedang—semuanya pernah jadi juara pertama,” ujar Dimas saat berbincang dengan Tahu Ekspres, Sabtu (10/5/2025).

Baca Juga :  Wabup Fajar Tinjau Kondisi Real Penyandang Disabilitas di Buahdua, Salurkan Beberapa Bantuan

Menurut Dimas, perawatan dan konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan burung kesayangannya tersebut. Setiap pagi, Megatrust rutin dijemur, diberi ekstra makanan seperti puding kacang tanah, serta dirawat di kandang yang bersih dan nyaman.

“Iya, pagi jemur, dikasih extra puding kacang tanah. Kandang juga harus tetap bersih, dan yang paling penting konsisten dalam melatih, dan gak akan saya spil semunya juga dong,” jelasnya sambil tersenyum.

Baca Juga :  Wabup Fajar Tinjau Kondisi Real Penyandang Disabilitas di Buahdua, Salurkan Beberapa Bantuan

Dimas juga menceritakan asal-usul nama Megatrust yang terbilang unik. Nama itu terinspirasi dari peristiwa gempa bumi besar yang saat itu sedang ramai diperbincangkan masyarakat.

“Waktu itu lagi booming soal gempa Megatrust, jadi saya kasih aja nama itu ke burung saya,” ungkapnya.

Latihan Megatrust pun tak dilakukan di tempat mewah. Dimas melatih burung andalannya itu di sawah dekat rumahnya, namun dengan penuh kedisiplinan.

Baca Juga :  Wabup Fajar Tinjau Kondisi Real Penyandang Disabilitas di Buahdua, Salurkan Beberapa Bantuan

“Ya kalo tempat ngelatih burung kayaknya gak mewah-mewah, cukup di sawah sekitar rumah,” ucapnya.

Dimas mengaku belum berniat melepas Megatrust ke tangan orang lain, meskipun ada tawaran harga kepada burung merpati kesayangannya tersebut.

“Kalau untuk dijual, saya belum siap. Itu burung kesayangan saya, dan belum ada harga yang pas juga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button