Kolaborasi IMM dan Lapas Kelas II B Sumedang, Wujudkan Produktivitas Warga Binaan
TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sumedang dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berencana menjalin kolaborasi strategis untuk meningkatkan produktivitas warga binaan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta mengurangi tingkat residivisme di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan hari ini kami bertemu dengan teman-teman Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumedang yang luar biasa akan mensupport kegiatan-kegiatan kami di dalam lapas,” kata Kalapas Kelas II B Sumedang, Ratri Handoyo Eko Saputro saat menerima Silaturahim dengan IMM Sumedang, Senin (16/12/2024).
Ia juga mengatakan bahwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sangat menerima dan membuka diri bagi mahasiswa yang mempunyai ide-ide kreatif untuk menunjang produktivitas warga binaan.
“Bahwa di lapas itu memang banyak orang bermasalah dan bukan hal yang mudah untuk memperbaiki mereka tanpa ada bantuan dari teman-teman. Dengan kehadiran dari teman-teman silaturahmi ini, bisa memberikan suatu pencerahan dan ide-ide kreatif nantinya dari teman-teman mahasiswa untuk mendukung kegiatan-kegiatan di dalam lapas,” tambahnya.
Terakhir, dirinya berharap bahwa langkah kolaborasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya.
“Semoga ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk bisa memberikan yang terbaik untuk warga binaan kami yang ada di dalam lapas,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumedang menghaturkan rasa terima kasih karena dapat bersilaturahmi dengan Kalapas Sumedang beserta jajaran.
“Alhamdulillah, kami Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumedang melakukan silaturahmi dan diterima dengan baik oleh Kalapas Kelas II B Sumedang beserta jajaran,” katanya.
Beberapa program yang dapat dikolaborasikan, sambung Didit, antara lain pengentasan buta huruf dan kewirausahaan berbasis technopreneur.
“Kami menawarkan beberapa program yang bisa dikolaborasikan bersama Lapas Kelas II B Sumedang, salah satunya adalah program pengentasan buta huruf dan kewirausahaan berbasis technopreneur,” tambahnya.
Ia mengatakan langkah kolaborasi tersebut adalah bentuk keseriusan mahasiswa dalam memberikan sumbangsih pemikiran kepada Lapas Kelas II B Sumedang.
“Tentu ini adalah bentuk keseriusan IMM Sumedang dalam mengakomodasi kebutuhan dan dalam rangka mempersiapkan ruang aktualisasi warga binaan agar selepas menjalani masa tahanan mereka bisa produktif dengan kegiatan yang lebih positif,” pungkasnya.







