ParlemenSumedang

Anggota DPRD Sumedang Geram, Akses Jalan Legok-Sukatali Semakin Rusak

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumedang Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Agung Gundara mulai geram dengan kondisi ruas jalan Legok-Sukatali yang semakin rusak.

“Ya, sudah lebih dari 10 tahun jalan Legok-Sukatali yang merupakan jalan Kabupaten ini kondisinya semakin rusak,” ujar Agung Gundara kepada Tahu Ekspres di Sumedang Jawa Barat, Minggu (7/7/2024).

Baca Juga :  Bukan Dari APBD, Tiang Pintar Senilai Hampir Rp1 Miliar di Alun-alun Sumedang Pemberian CSR Pihak Swasta

Ia menerangkan, ruas jalan Legok-Sukatali merupakan jalur penghubung antara Kecamatan Paseh dengan Kecamatan Situraja dengan melewati wilayah Desa Citepok Kecamatan Paseh dan Desa Sukatali Kecamatan Situraja.

“Panjang jalan Legok-Sukatali ini sekitar 2 KM. Sebagian besar sudah rusak parah. Sehingga, mengancam keselamatan pengguna jalan,” ucap Agung.

Baca Juga :  Sempat Kena Sanksi DLH Jabar, Transformasi Pemda Sumedang untuk TPAS Cibeureum Menuju Pengelolaan Sampah Modern

Meski tak kunjung diperbaiki, sambung Agung, warga setempat sering menggelar kerja bakti untuk perbaikan jalan dengan cara swadaya.

“Jadi, kami meminta Pemda Sumedang untuk segera melakukan perbaikan. Jangan dibiarkan kondisi jalan ini semakin parah. Apalagi sampai ada korban kecelakaan,” tegasnya.

Tak hanya itu, ucap Agung, Dinas terkait juga seolah tak menganggap aspirasi dari masyarakat. Dimana, warga sangat menunggu adanya perbaikan jalan tersebut.

Baca Juga :  PKB Salurkan Bantuan Rumah Swadaya untuk Warga Kurang Mampu di Sumedang

“Jangan begitulah sikap Pemda Sumedang, toh warga disini juga sama membayar pajak. Jangan terkesan juga pembangunan di Sumedang ini dibeda-bedakan dengan wilayah lain,” tegas Agung Gundara. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button