Sumedang – Seorang pria disabilitas menjadi korban pencurian dengan kekerasan atau begal di Rancakalong Sumedang. Korban yang diketahui tuna wicara dan tuna rungu itu ditemukan dalam kondisi babak belur di Kecamatan Tomo, Sumedang.
“Korban berangkat dari Jawa Tengah menggunakan sepeda motor pada Rabu (2/4) dini hari. Sesampainya di Sumedang, ia gagal bertemu dengan temannya karena ada urusan keluarga. Kemudian, pada Kamis (3/4) dini hari, korban menerima video call dari seorang teman perempuan yang mengirimkan lokasi di Kecamatan Rancakalong,” ujar Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Uyun Saeful Uyun, kepada Tahu Ekspres, Kamis (3/4/2025).
Namun, saat tiba di lokasi, lanjut AKP Uyun, sekitar pukul 04.00 WIB, korban justru disergap oleh dua orang pelaku yang langsung mencekik, merangkul, dan memukulinya. Pelaku kemudian merampas barang-barang korban, termasuk sepeda motor, handphone, dan tas yang berisi dompet serta sejumlah uang tunai.
“Korban juga sempat dimasukkan ke dalam mobil Avanza oleh pelaku dan dibuang di daerah Tomo dalam keadaan luka-luka. Beruntung, korban ditemukan oleh warga dan langsung dibawa ke Polsek Tomo,” tambahnya.
Karena korban mengalami kesulitan komunikasi, pihak kepolisian Polsek Tomo berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Sumedang.
“Korban kemudian didampingi petugas untuk membuat laporan serta menjalani visum di RSUD Sumedang,” ungkapnya.
Saat ini, korban tengah membuat laporan di Polres Sumedang dengan didampingi seorang penerjemah.
“Barang korban yang diambil pelaku berupa dua unit handphone, satu unit sepeda motor dan dompet berisi surat-surat identitas dan uang tunai senilai Rp. 370.000. Korban saat ini masih membuat laporan polisi, didampingi penerjemah karena kita kesulitan komunikasi,” ucap AKP Uyun.
Lebih lanjut, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku yang diduga berjumlah empat orang.
“Kasus ini kami tangani, masih dalam proses. Pelaku berjumlah empat orang, masih dalam pengejaran tim Resmob,” pungkasnya.







