Uncategorized

Tegas, Bos Persib Umuh Muchtar Kritik Kinerja Wasit Liga 1 dan Minta Dirut PT LIB Diganti

Sumedang – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, melontarkan kritik keras terhadap kinerja wasit di Liga 1 Indonesia. Ia juga menilai kualitas PT Liga Indonesia Baru (LIB) menurun di bawah kepemimpinan Ferry Paulus.Menurut Umuh, yang akrab disapa WHU, kualitas wasit Liga 1 musim ini, terutama di pengujung kompetisi, jauh dari kata memuaskan.

“PT LIB penurunan! Walaupun kita juara, tapi wasit liga kita tidak beres,” tegas Umuh saat menghadiri acara Mapag Juara Persib di lapangan miliknya, Ciluluk, Tanjungsari, Sumedang, Selasa (13/5/2025).

Baca Juga :  180 Suporter Persib Asal Sumedang Berangkat ke GBLA, Dikawal Polres Sumedang

Umuh mengaku tak takut menyampaikan kritik tersebut. Ia merasa perlu bersuara karena melihat langsung apa yang terjadi di lapangan.

“Biarin aja. Kalau mau dihukum, hukum saya soal menyalahkan wasit. Menang pun kalau wasit tidak beres, saya tetap bicara. Kalah tapi wasit bagus, ngapain kita protes?” ucapnya.

Baca Juga :  Setetes Demi Setetes, Kisah Kopi Vietnam Drip yang Memikat Dunia

Tak hanya mengkritik wasit, Umuh juga meminta agar Dirut PT LIB Ferry Paulus diganti. Ia menilai pergantian pucuk pimpinan diperlukan agar kompetisi lebih baik.

“Saya minta Ketua LIB diganti. Kalau tidak diganti, kekacauan akan terus terjadi. Saya ini biasa baik, tapi kalau ada yang tidak baik, saya harus bicara,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Kembali Terjadi di Tanjakan Cae Wado Sumedang

Pernyataan Umuh tersebut, berkaitan dengan insiden kartu merah yang diterima striker Persib, Ciro Alves, saat melawan Malut United di pekan ke-31 BRI Liga 1 2024/2025, Jumat (2/5/2025). Seminggu kemudian, tekel keras Murilo Mendes (Barito Putera) ke Febri Haryadi tidak berbuah kartu merah, bahkan tidak ditinjau lewat VAR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button