Tahu Ekspres Masuk Sekolah, Bekali Siswa SMAN Situraja Ilmu Jurnalistik Dasar
Sumedang – SMA Negeri Situraja menggelar kegiatan Basic Journalism Training untuk mengaktifkan kembali ekstrakurikuler media sekolah ‘Askara Media’, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini merupakan inisiatif sekolah dan sejalan dengan program “Tahu Ekspres Masuk Sekolah”, sehingga pihak sekolah mengundang Tahu Ekspres sebagai pemateri.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri Situraja, Jalan Kaum No. 14, Situraja, Kabupaten Sumedang, diikuti 30 siswa-siswi yang tergabung dalam Askara Media. Pelatihan ini menjadi penanda kembalinya ekskul media setelah sempat tidak aktif.
Pembina Askara Media, Engkos Koswara, mengatakan pelatihan ini digelar untuk menjawab kebutuhan literasi digital di lingkungan sekolah.
“Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta agar memiliki kemampuan di bidang media, yaitu kemampuan editing, kemampuan menulis berita, dan kemampuan fotografi,” ujar Engkos saat ditemui di Taman Bougenvil SMAN Situraja.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut sekolah memiliki wadah resmi untuk menyalurkan kreativitas siswa di bidang media.
“Karena kebutuhan digital, sekolah lain juga ada. Masa sekolah kita tidak ada,” katanya.
Engkos berharap pelatihan ini mampu melahirkan karya nyata dari siswa serta memperkuat eksistensi media sekolah.
“Mudah-mudahan ke depan para anggota ekskul ini kalau bukan jadi reporter, setidaknya bisa menjadi fotografer atau videografer,” ucapnya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Adi Suria Putra, menyebut pelatihan ini menjadi langkah awal membentuk jurnalis sekolah yang memahami kaidah penulisan berita secara baik dan benar.
“Kegiatan ini menjadi dasar awal untuk menjadikan seseorang yang mampu menulis berita dengan baik dan benar, serta menjadi bekal bagi peserta agar mampu bergerak di bidang media,” ujar Adi.
Ia juga mengaku bangga karena kepengurusan saat ini menjadi generasi pertama yang kembali menghidupkan Askara Media. “Saya sebagai ketua pelaksana kegiatan ini cukup bangga, karena kita bisa disebut sebagai generasi pertama,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan narasumber dari Trendmore Picture, Tahu Ekspres, dan Massa Sinema. Peserta mendapatkan materi dasar jurnalistik, teknik pengambilan foto dan video, penulisan berita, hingga proses editing. Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan ketua pelaksana, serta sambutan pembina ekstrakurikuler.
Salah satu peserta, Queena Fatya Alviana, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasannya tentang dunia media.
“Saya mengikuti kegiatan ini karena ingin mengembangkan soft skill dan menambah wawasan mengenai media,” ujarnya.
Peserta lainnya, Aryo Andrean Prakasa, menilai pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat bagi pengembangan diri.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan kreativitas dalam diri serta meningkatkan minat dan bakat di bidang media,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Askara Media diharapkan menjadi wadah informasi yang kreatif, kredibel, dan berpegang pada kaidah serta etika jurnalistik di lingkungan sekolah.


