Telan Anggaran Hampir Rp1 Miliar, Inilah Manfaat Tiang Pintar di Alun-alun Sumedang
Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang meresmikan proyek percontohan Smart Pole atau tiang pintar di kawasan Alun-alun Sumedang. Infrastruktur berbasis teknologi ini menelan anggaran Rp600 juta hingga hampir Rp1 miliar per tiang dan dipastikan tidak bersumber dari APBD.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, Smart Pole merupakan yang pertama di Indonesia dengan konsep satu tiang multifungsi untuk meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat.
“Smart Pole ini ikhtiar agar warga Sumedang lebih aman, nyaman, dan tertib. Satu tiang tapi multifungsi, dan ini yang pertama di Indonesia,” kata Dony, Rabu (7/1/2026).
Dony menegaskan, pembiayaan Smart Pole tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
“Ini bukan dari APBD ya anggarannya,” ujarnya.
Menurutnya, Smart Pole dilengkapi berbagai fasilitas, seperti WiFi gratis, CCTV, papan informasi digital, sensor kualitas udara, pengeras suara publik, serta pengisian daya kendaraan listrik. Selain itu, terdapat drone patroli yang beroperasi empat kali sehari dengan jangkauan hingga radius satu kilometer.
“Ada drone yang mematroli lingkungan sejauh 1 kilometer untuk mencegah kejahatan, kebakaran, dan bencana lainnya,” jelas Dony.
Sementara itu, Direktur Utama PT Alita Prataya Mitra, Joseph Lumban Gaol, menyebut biaya pembangunan Smart Pole bergantung pada spesifikasi.
“Anggaran satu tiang kisarannya Rp600 juta sampai Rp1 miliar,” kata Joseph.
Ia menambahkan, Smart Pole juga berpotensi mendorong transformasi ekonomi digital dan peningkatan pendapatan daerah melalui pemanfaatan data dan sistem terintegrasi.







