Pendidikan

Mulai 8 Mei, 40 ‘Anak Nakal’ Sumedang Bakal Digembleng di Barak Militer, Dibuka Langsung KDM

SUMEDANG – Sebanyak 40 siswa di Kabupaten Sumedang bakal digembleng dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan. Program ini dijadwalkan dimulai pada 8 Mei – 8 Juni 2025 dan akan dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), di Barak atau Markas Kodim 0610 Sumedang.

Program pembinaan ini menyasar anak-anak yang terindikasi melakukan kenakalan remaja, dengan melibatkan unsur TNI, Polri, serta berbagai instansi pemerintahan daerah.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, berharap kegiatan tersebut mampu menjadi solusi untuk mengatasi berbagai persoalan sosial di kalangan pelajar.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Berikan Semangat kepada Petugas Medis Puskesmas Surian

“Sesuai dengan tema Diklat, diharapkan terbentuk sumber daya manusia unggul yang sehat, berkualitas, relevan, dan kontributif,” ujar Dony seperti pada keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Minggu (4/5/2025).

Dony menjelaskan, peserta Diklat ditetapkan melalui koordinasi lintas instansi, seperti Dinas Pendidikan, Dinas PPKBP3A, Kodim 0610 Sumedang, dan Polres Sumedang. Selain itu, ada syarat penting sebelum siswa bisa ikut program tersebut.

“Untuk mengikuti Diklat harus disertai pernyataan kesiapan dari orang tua dan guru bahwa anak-anaknya siap untuk didiklatkan,” tuturnya.

Baca Juga :  Suryatna Resmi Dilantik Bupati Sumedang Jadi PAW Kepala Desa Ganeas

Sebelum mengikuti pelatihan, para peserta juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan fisik, mental, dan rohani melalui tes kesehatan dan psikotest yang dilaksanakan selama dua hari.

“Dashboard hasil pemeriksaan bisa dilihat by name by address melalui sistem. Itu sebagai data kondisi awal (before), untuk dibandingkan setelah mengikuti Diklat (after). Jadi disusun indikator keberhasilan agar hasilnya terukur,” kata Dony.

Ia menambahkan, penyusunan modul Diklat dilakukan bersama Kodim dan perangkat daerah terkait. Materi yang diberikan mencakup disiplin militer, penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan keagamaan, hingga pelatihan pertanian dan kemandirian.

Baca Juga :  Bupati Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda, KNPI Siap Kolaborasi Lewat Program Kepemudaan

“Materinya antara lain kedisiplinan dan penguatan wawasan kebangsaan yang disampaikan oleh Kodim. Ada juga pendidikan keagamaan oleh ustadz atau pemuka agama,” jelasnya.

“Untuk instrukturnya dari unsur Forkopimda. Sementara akomodasi, logistik, pakaian olahraga, piyama, dan perlengkapan ibadah disiapkan oleh pemerintah daerah,” tambah Dony.

Diklat ini menjadi langkah konkret Pemkab Sumedang bersama Pemprov Jawa Barat untuk membina generasi muda agar lebih bertanggung jawab dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button