PemerintahanSumedang

Pelaku Objek Wisata di Sumedang Diajak Optimalkan Kepemilikan KIA dan IKD

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), melakukan terobosan inovatif dengan menggandeng para pelaku usaha wisata untuk meningkatkan cakupan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Kolaborasi tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) Jawa Barat (Jabar), Rabu (9/10/2024).

Baca Juga :  Pemkab Sumedang Serahkan Bantuan Rp315 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera

“Kolaborasi ini bertujuan mempermudah akses warga masyarakat Sumedang dalam memiliki identitas kependudukan sekaligus meningkatkan cakupan KIA dan IKD,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Hj. Tuti Ruswati.

Saat ini, kata Tuti, masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses atau merasa tidak perlu memiliki identitas kependudukan padahal sangat penting untuk perlindungan sosial dan fasilitas pemerintah.

“Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan pelaku usaha wisata agar pengunjung yang mengurus KIA atau IKD bisa mendapatkan diskon di tempat wisata tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Sumedang Turunkan Kemiskinan 0,29 Poin, Kolaborasi Semua Stakeholder Jadi Kunci

Di kesempatan itu, Kepala Disdukcapil Sumedang Bambang Kustiantoro menyebutkan, delapan mitra usaha yang sudah bergabung dalam tahap awal kerja sama ini diantaranya Jans Park, Cipanas Cileungsing, Kolam Panyindangan, Kampung Karuhun,  MenaraKujang Sapasang, Taman Seribu Cahaya, dan Balong Geulis.

Baca Juga :  Pemkab Sumedang Serahkan Bantuan Rp315 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera

Pihaknya berharap kerja sama tersebut diperluas ke depannya untuk membantu meningkatkan cakupan Kepemilikan Identitas Kependudukan.

“Kami berharap langkah ini bisa membantu meningkatkan cakupan kepemilikan identitas kependudukan, yang saat ini masih berada di angka 60-70 persen. Target kami adalah menjangkau seluruh penduduk Sumedang yang berjumlah 1,2 juta jiwa,” kata Bambang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button