PendidikanPolitik

Sumpah Pemuda, Muhammadiyah Sumedang Ajak Generasi Muda Jadi Negarawan dan Produktif

Sumedang – Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sumedang, Riki Kuswandi, mengajak generasi muda, khususnya kader Pemuda Muhammadiyah, menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai sarana refleksi atas peran dan tanggung jawab sebagai penerus bangsa.

Menurut Riki, Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga gerakan moral dan spiritual yang lahir dari semangat persatuan serta kesadaran kolektif anak muda untuk memperjuangkan kemerdekaan dan martabat bangsa.

“Momentum Sumpah Pemuda menjadi saat yang sangat penting bagi generasi muda, khususnya kader Pemuda Muhammadiyah, untuk melakukan refleksi terhadap peran dan tanggung jawab kita sebagai penerus bangsa,” kata Riki kepada Tahu Ekspres, Rabu (29/10/2025).

Baca Juga :  Raden Tedi Ajak Siswa MA Muhammadiyah Tanjungsari Melek Politik Lewat Pendidikan Demokrasi

Sebagai pemuda Islam, lanjut Riki, semangat Sumpah Pemuda perlu dimaknai dengan nilai-nilai Islam yang luhur seperti ukhuwah (persaudaraan), amanah (tanggung jawab), kerja keras, dan pengabdian. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW memberikan teladan besar bagi para pemuda dalam perjuangan dan pembangunan peradaban Islam.

“Kita bisa meneladani sosok Ali bin Abi Thalib yang di usia muda sudah menunjukkan keberanian dan keteguhan iman dalam membela Rasulullah, juga Mush’ab bin Umair yang rela meninggalkan kemewahan demi dakwah di Madinah,” ujarnya.

Selain itu, Riki juga menyebut Usamah bin Zaid yang di usia belasan tahun dipercaya Rasulullah memimpin pasukan kaum Muslimin, sebagai bukti bahwa Islam menghargai kapasitas dan tanggung jawab pemuda.

Baca Juga :  Raden Tedi Ajak Siswa MA Muhammadiyah Tanjungsari Melek Politik Lewat Pendidikan Demokrasi

“Spirit para pemuda Islam di masa Rasulullah ini sejalan dengan semangat tokoh-tokoh Sumpah Pemuda seperti Soegondo Djojopoespito, Mohammad Yamin, dan Wage Rudolf Supratman yang berjuang dengan keberanian dan cita-cita besar mempersatukan bangsa,” jelasnya.

Riki menegaskan, Pemuda Muhammadiyah harus mampu mengambil inspirasi dari dua sumber keteladanan — sejarah Islam dan sejarah kebangsaan — untuk menjadi pemuda negarawan dan pemuda produktif.

Baca Juga :  Raden Tedi Ajak Siswa MA Muhammadiyah Tanjungsari Melek Politik Lewat Pendidikan Demokrasi

“Pemuda negarawan adalah mereka yang memiliki visi kebangsaan, berpikir jernih, berjiwa besar, serta menempatkan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi. Sedangkan pemuda produktif adalah mereka yang berinovasi, berwirausaha, berdaya cipta, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan besar dalam sejarah bangsa selalu dimulai dari pemuda yang memiliki idealisme, ilmu, dan iman.

“Dengan spirit Islam yang rahmatan lil ‘alamin, mari kita jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai energi untuk melahirkan generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, serta siap membawa Indonesia menuju kemajuan dan keberkahan,” tandas Riki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button