Soal Program Pelajar Bermasalah Masuk Barak Militer, Muhammadiyah Sumedang Bersuara
Sumedang – Program ‘pelajar bermasalah masuk barak militer’ yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, menuai sorotan. Muhammadiyah Sumedang menyebut program ini sebagai langkah fenomenal dalam menghadapi persoalan anak bermasalah di sekolah.
Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumedang, MT Hartono Ikhsan, menyampaikan bahwa program ini menjadi pengingat keras akan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam pendidikan anak.
“Program siswa masuk barak sangat fenomenal, karena ini menjadikan kita tersadar bahwa anak yang bermasalah harus diatasi secara serius. Keseriusan ini yang diperlihatkan oleh Bapak Gubernur kita, atau yang biasa kita panggil KDM,” kata Hartono saat diwawancarai Tahu Ekspres, Rabu (28/5/2025).
Hartono yang juga merupakan dosen di Universitas Sebelas April Sumedang, menyinggung pentingnya konsep Tri Pusat Pendidikan yang pernah diajarkan oleh tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara.
“Pendidikan itu dimulai dari rumah, sekolah, dan masyarakat. Fenomena permisifnya keluarga dan masyarakat hari ini menjadikan sekolah berjalan sendirian sebagai institusi pendidikan,” ujarnya.
Ia menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang terkesan masa bodoh terhadap perilaku siswa, seperti aksi bolos berjamaah. Menurutnya, ketidakpedulian ini memperparah situasi.
“Makanya tidak aneh apabila muncul siswa bolos berjamaah, masyarakat cenderung mendiamkan. Tidak ada inisiatif untuk melaporkan atau menegur siswa yang bolos tersebut. Tentu saja ini menjadi miris,” katanya.
Lebih jauh, Muhammadiyah Sumedang mendorong pemerintah, khususnya pemda Sumedang untuk mengambil langkah lebih strategis dan menyeluruh. Hartono menekankan perlunya penguatan peran keluarga, peningkatan kualitas sekolah, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pendidikan.
Terkait dengan kritik yang muncul atas program ‘pelajar bermasalah masuk barak militer’, Hartono menyebut bahwa evaluasi perlu dilakukan agar program ini tidak menimbulkan persoalan baru.
“Beberapa pihak memberi catatan tentang program ini, sampai ada yang merekomendasikan untuk tidak dilanjutkan. Rekomendasi ini memang bukan tanpa alasan, niat mulia ini jangan sampai menjadikan tumbuh persoalan baru,” ucapnya.
Ia menegaskan, yang paling ditunggu dari program ini adalah hasil assessment dan tindak lanjut yang jelas.
“Apa yang ditunggu dari program masuk barak ini adalah laporan hasil assessment dan rencana tindak lanjut dari kegiatan tersebut,” pungkasnya.







