Soal Dugaan Keracunan MBG di Sumedang, Komisi III DPRD: ‘Program yang Bagus Tapi Aplikasi di Lapangan Buruk’
Sumedang – Dugaan keracunan usai makan hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa sekolah Kabupaten Sumedang yang melibatkan ratusan siswa menjadi sorotan. DPRD Sumedang menilai, program MBG yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto sejatinya bagus, namun penerapannya di lapangan dinilai buruk hingga menimbulkan masalah serius.
Anggota DPRD Sumedang Komisi III Fraksi PKS, Rahmat Juliadi, menyebut kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa di Ujungjaya dan Situraja membuat orangtua khawatir, padahal program ini seharusnya membawa manfaat besar bagi anak sekolah.
“MBG ini memang program yang cukup bagus, tapi ternyata aplikasi di lapangannya buruk. Untuk beberapa kasus yang terjadi keracunan seperti di Ujungjaya dan Situraja, kami berharap itu dihentikan sementara sampai evaluasi memastikan program ini berjalan semestinya, aman, dan benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak sekolah,” kata Rahmat kepada Tahu Ekspres, Jum’at (26/9/2025).
Rahmat juga yang merupakan anggota dewan yang membidangi pendidikan dan kesehatan menegaskan, DPRD prihatin dengan insiden ini dan menyayangkan Pemda Sumedang tidak belajar dari kasus serupa di Garut dan Kabupaten Bandung Barat (KBB). Menurutnya, kejadian ini menunjukkan lemahnya koordinasi antarinstansi.
“Program MBG ini bagus, tapi aplikasinya sangat buruk di lapangan. Sangat minim koordinasi antara pelaksana, baik SPPG dengan pemerintah daerah. Tidak ada koordinasi yang baik dengan dinas pendidikan maupun dinas kesehatan. Kami di DPRD juga tidak pernah diajak bicara, tidak diberi akses, dan itu merupakan hal yang sangat buruk,” tegas Rahmat.
Ia menekankan bahwa evaluasi komprehensif perlu segera dilakukan agar kasus serupa tidak terulang.
“Sekali lagi, program ini bagus, tapi jangan sampai jadi bumerang yang malah menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkasnya.







