PendidikanSosialSumedang

Sinergi Senam Rutin dan Permainan Tradisional dalam Penguatan Nilai Sportivitas Siswa Sekolah Dasar

Tahu Ekspres, Sumedang — Dalam rangka melestarikan permainan tradisional sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan sportivitas di kalangan siswa, Kelompok 23 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan “Gerak dan Budaya” di SDN Cibitung, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, pada Sabtu (1/11).

Kegiatan ini menggabungkan dua aktivitas utama, yaitu senam pagi rutin bersama siswa dan program unggulan Playground Edukatif Kaulinan Barudak.
Sejak pukul 06.30 WIB, seluruh siswa dan guru SDN Cibitung tampak antusias mengikuti senam pagi bersama yang dipandu oleh mahasiswa P2MB UPI. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran jasmani, tetapi juga melatih kedisiplinan, kekompakan, dan semangat positif di awal hari. Gerakan senam yang energik diiringi musik ceria membuat suasana sekolah terasa hidup dan penuh semangat.
Usai kegiatan senam, acara dilanjutkan dengan Playground Edukatif: Kaulinan Barudak, yaitu kegiatan permainan tradisional yang dirancang untuk memperkenalkan kembali budaya bermain anak Indonesia di tengah gempuran permainan digital modern. Melalui pendekatan permainan tradisional, mahasiswa menghadirkan aktivitas fisik yang menyenangkan, edukatif, dan sarat nilai-nilai karakter.
Beberapa jenis permainan yang dimainkan antara lain egrang, bakiak, estafet balok, dan galah asin. Permainan tersebut dipilih karena mengandung unsur kerja sama, ketangkasan, keseimbangan, dan sportivitas, yang sangat relevan dengan pembentukan karakter anak usia sekolah dasar.
Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berupa pos-pos permainan, di mana enam kelas dibagi menjadi tiga kelompok besar. Setiap kelompok secara bergiliran mencoba semua permainan di pos yang telah disiapkan oleh mahasiswa. Tahap kedua dilanjutkan dengan perlombaan antar kelas, yang disambut dengan semangat kompetisi sehat serta dukungan meriah dari para guru dan siswa lainnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana lapangan sekolah dipenuhi keceriaan. Siswa berlari, tertawa, dan bekerja sama dengan penuh semangat. Sorak-sorai dari rekan sekelas dan guru semakin menambah semarak kegiatan.

Baca Juga :  Mahasiswa UPI Sumedang Panen Sayur Bersama Warga Cibitung, Wujudkan Desa Bebas Stunting

Kepala SDN Cibitung, Bapak Sunendar, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang diinisiasi mahasiswa P2MB UPI tersebut.
“Kegiatan ini sangat positif. Anak-anak tidak hanya berolahraga lewat senam dan permainan, tetapi juga belajar nilai kebersamaan, gotong royong, dan sportivitas. Ini bentuk pembelajaran karakter yang menyenangkan sekaligus melestarikan budaya lokal,” ujarnya.

Baca Juga :  Kegiatan Khataman Qur’an 30 Juz dan Perpisahan P2MB Mahasiswa UPI Sumedang Desa Bojongloa

Salah satu mahasiswa Kelompok 23 P2MB UPI, Ahmad Zulkarnain, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk integrasi antara pendidikan jasmani, penguatan karakter, dan pelestarian budaya daerah.
“Kami ingin siswa merasa senang sekaligus mendapatkan manfaat edukatif. Melalui senam dan kaulinan tradisional, anak-anak belajar hidup sehat, kompak, dan bangga terhadap budaya sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pariwisata Sumedang dan Kontribusinya terhadap PAD: Antara Peluang dan Tantangan

Kegiatan “Gerak dan Budaya” menjadi bagian dari rangkaian program kerja Kelompok 23 P2MB UPI yang berfokus pada bidang pendidikan, lingkungan, dan sosial budaya. Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis alat permainan tradisional kepada pihak sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan serupa di masa depan.
Dengan semangat, keceriaan, dan antusiasme para siswa, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan peningkatan kesehatan jasmani di lingkungan sekolah dasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button