PemerintahanPendidikan

Sebut Sistem Pendidikan Harus Evaluasi Total, Dedi Mulyadi: Guru dan Pegawai Malas Bisa Dimasukan ke Barak

Sumedang – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang terkenal di sapa ‘Bapa Aing’, menyoroti peran sistem pendidikan dan tenaga pengajar dalam maraknya perilaku menyimpang di kalangan pelajar. Hal itu ia sampaikan saat meninjau kegiatan Penguatan Karakter dan Bela Negara di Makodim 0610 Sumedang, Jumat (9/5/2025).

“Pendidikan harus melakukan evaluasi secara total terhadap sistem maupun pengajar sekolah. Kedepan, guru dan pegawai yang malas akan kita masukkan ke barak tentara,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Jabar KDM di Milad ke-113 Muhammadiyah : 'Rumah Sakitnya Mewah, Pemimpinnya Sederhana'

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Kang Dedi, perlu ada evaluasi total terhadap dunia pendidikan, baik dari sisi sistem maupun sumber daya pengajarnya.

“Tumbuhnya anak-anak nakal yang tidak terkendali, ini juga bagian dari introspeksi pendidikan. Bahwa sistem belajar kita di sekolah, serta kewibawaan guru, ini menjadi faktor kenapa anak-anak bisa berperilaku seperti itu,” kata Kang Dedi kepada awak media.

Baca Juga :  Hari Anti Korupsi Sedunia, KDM: Korupsi Lingkungan Adalah yang Paling Jahat

Tak hanya itu, Dedi juga mengungkap rencananya untuk menertibkan warga yang membuat onar di ruang publik.

“Dalam waktu dekat, orang mabuk di jalanan, orang dewasa bikin rusuh di mana-mana, itu akan dimasukkan ke barak tentara,” tegasnya.

Baca Juga :  Desak Stop Alih Fungsi Lahan untuk Cegah Bencana Alam, KDM: Tanaman Kebun Sudah Naik ke Arah Gunung

Namun, Dedi memastikan pendekatannya tidak semata-mata hukuman. Ia menyebut para pelanggar tersebut nantinya akan diberdayakan dalam berbagai proyek pemerintah.

“Kalau itu ada metodologinya, misalnya dia sudah berkeluarga, nanti akan dipekerjakan di pekerjaan konstruksi pemerintah. Ikut jadi tukang macul, tukang nembak, tukang ngaduk, beresin kabel, tapi mereka mendapat honor dari pekerjaan itu. Bertahap,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button