Sumedang — Bangunan yang selama bertahun-tahun diduga sebagai sarang walet di Desa Wanajaya, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang, ternyata dihuni kelelawar. Kondisi itu diketahui setelah muncul bau tak sedap yang dikeluhkan warga sekitar.
Kepala Desa Wanajaya, Kecamatan Surian, Erwan Riswanto mengatakan, awalnya pihaknya menerima laporan dari warga terkait aroma menyengat yang diduga berasal dari sarang walet.
“Awalnya ada laporan warga tentang sarang walet yang timbulkan bau tak sedap,” ujar Erwan saat dikonfirmasi Tahu Ekspres, Minggu (22/2/2026).
Namun setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, dugaan tersebut ternyata keliru. Bangunan itu bukan lagi dihuni walet, melainkan kelelawar.
“Pas dicek ternyata sarang waletnya berubah jadi sarang kelelawar,” katanya.
Menindaklanjuti temuan itu, Pemerintah Desa Wanajaya langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran.
“Kita dari Pemerintah Desa Wanajaya langsung hubungi call center Damkar. Alhamdulillah gercep,” ungkap Erwan.
Petugas damkar bersama aparat desa kemudian melakukan penanganan dengan menyemprotkan air yang telah dicampur disinfektan untuk mengurangi bau tak sedap.
“Kami bersama damkar langsung menyemprotkan air yang dicampur disinfektan. Pemilik tempatnya pun sudah bersedia karena ini soal pencemaran udara, kandang mengeluarkan aroma tak sedap,” pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, diketahui sarang walet memiliki nilai ekonomis tinggi karena digunakan sebagai bahan utama sup sarang burung yang populer di pasar Asia, terutama Tiongkok.










