Peristiwa

Rumah Makan Marindo di Sumedang Terbakar, Diduga Akibat Kebocoran Gas Elpiji

Sumedang – Rumah Makan Marindo di Jalan Pangeran Santri, Lingkungan Gending, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, terbakar pada Kamis malam (11/12/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Api melalap bagian dapur hingga menjalar ke atap belakang bangunan.

Kobaran api yang membesar membuat warga sekitar panik. Sejumlah warga sempat merekam kejadian tersebut dan membagikannya ke media sosial.

Mendapat laporan kebakaran, petugas UPT Pemadam Kebakaran Sumedang Kota langsung mengerahkan dua unit armada, masing-masing mobil pemancar dan mobil suplai, ke lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan pemadaman di area dapur dan atap belakang untuk mencegah api merambat lebih jauh.

Baca Juga :  Gudang Barang Elektronik Toko Tasik Sumedang Terbakar, Api Besar Berkobar Membumbung Tinggi

“Pas kami datang (di TKP), asap sudah tebal. Yang paling banyak terbakar itu area dapur dari rumah makan soto,” kata Komandan Regu 2 Bidang Damkar Sumedang, Yanyan Herndriyana, kepada wartawan.

Dugaan awal, kebakaran dipicu kebocoran gas elpiji 3 kilogram. Saat proses pemadaman, petugas menemukan satu tabung elpiji dalam kondisi gosong pada bagian regulator. Temuan itu diperkuat keterangan warga yang mengaku mendengar suara ledakan dari dalam bangunan.

Baca Juga :  Kebakaran di Musim Hujan, Rumah Panggung di Cigendel Sumedang Ludes Terbakar

“Penyebab pastinya masih harus diselidiki dulu ya. Tapi indikasi kami, bila melihat area yang terbakar itu dapur, kemungkinan ada gas yang terbakar. Dari informasi saksi, sempat ada ledakan dari warga sekitar,” jelas Yanyan.

Baca Juga :  Begini Keterangan Damkar Soal Kebakaran Rumah Nanang Raw Warga Jatinangor

Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Rumah makan tersebut sudah tutup saat kebakaran terjadi sehingga tidak ada karyawan di dalamnya.

“Tidak ada korban. Sudah tutup, tidak ada orang di dalam,” ujarnya.

Akibat kebakaran ini, pemilik rumah makan diperkirakan mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button