TAHUEKSPRES, TASIKMALAYA – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Fazar Supriadi Sentosa, beserta jajaran melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bekasi Jawa Barat dalam rangka memperingati Puncak Hari Kontrasepsi Sedunia.
Jajaran dari BKKBN Jawa Barat berkesempatan untuk mengunjungi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bekasi yang sedang menggelar pelayanan Metode Operatif Pria (MOP) dan Metode Operatif Wanita (MOW) di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Selasa (03/10/2023).
Penjabat (Pj) Bupati Bekasi yang diwakili oleh Asisten Daerah 1 Kabupaten Bekasi, Sri Eny Mainiarti, mengingatkan bahwa kontrasepsi erat kaitannya dengan upaya percepatan penurunan stunting.
“Saat ini angka Total Fertility Rate (TFR) di Kab. Bekasi tercatat 1,9%. Artinya bahwa dari segi kuantitas, jumlah penduduk kami masih dalam batas aman, sekarang bagaimana cara kita meningkatkan kualitasnya, dan mencegah kelahiran anak stunting baru, itulah yang penting,” ujar Eny.
Pelayanan ini melibatkan 99 akseptor, adapun dengan akseptor yang terlayani berupa IUD sebanyak 21, implan sebanyak 38, pil sebanyak 35, dan suntik sebanyak 5.
BKKBN Jawa Barat mengaharapkan dengan Pelayanan KB dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia ini, capaian Peserta KB terkhusus di Kabupaten Bekasi diharapkan meningkatkan baik dari sisi Peserta KB Baru maupun peserta KB aktif.
Pada kesempatan tersebut, BKKBN Jawa Barat beserta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bekasi, memberikan bantuan makanan tambahan pada 10 keluarga berisiko stunting di Kabupaten Bekasi.
