KejahatanPeristiwa

Kronologi Tawuran Pelajar di Cadas Pangeran, Janjian Melalui Sosial Media

Sumedang – Tawuran antar pelajar kembali terjadi di Sumedang. Sebanyak 15 pelajar diamankan Tim Kujang Polres Sumedang usai terlibat bentrok di Jalan Cadas Pangeran Atas, tepatnya di kawasan Desa Cijeruk, Kecamatan Pamulihan, Kamis (12/6/2025) sore.

Para pelajar tersebut diketahui berasal dari dua sekolah berbeda, yakni SMK Geusan Ulun dan SMA BPI Cileunyi. Mereka saling janjian untuk tawuran melalui media sosial.

“Laporan peristiwa tawuran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Kemudian Tim Kujang mengecek ke lokasi, namun para pelaku sudah membubarkan diri,” ujar Kasat Sabhara Polres Sumedang AKP Asep Kusmana saat ditemui wartawan, Kamis malam.

Meski begitu, polisi terus melakukan pengejaran. Tak lama kemudian, tim mendapatkan informasi bahwa para pelajar yang terlibat tawuran melarikan diri ke wilayah Angkrek, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara.

“Mendapatkan laporan itu, Tim Kujang langsung mengecek ke sebuah kos-kosan di kawasan Angkrek dan benar para pelajar yang terlibat tawuran berada di sana. Sehingga langsung diamankan,” ungkap Asep.

Dari hasil penggerebekan di lokasi persembunyian, polisi mengamankan 15 pelajar. Untuk barang bukti polisi telah mengamankan satu bilah celurit yang diduga digunakan saat tawuran. Namun, menurut keterangan para pelajar, masih ada senjata tajam lain yang telah dibuang di lokasi bentrokan.

“Berdasarkan pengakuan mereka, ada juga senjata tajam lainnya berupa golok dan celurit yang dibuang di TKP. Saat ini personel sedang melakukan pengecekan kembali ke lokasi untuk mengamankan barang bukti tersebut,” jelas Asep.

Asep menambahkan, tawuran ini bermula dari kesepakatan yang dibuat para pelajar lewat media sosial. Mereka sepakat bertemu dan bentrok di wilayah Cadas Pangeran.

“Untuk korban sendiri, ada pelajar yang terluka dan kini tengah dirawat di RSUD Umar Wirahadikusumah. Sementara 15 pelajar yang diamankan sedang didata dan akan kami serahkan ke Satreskrim Polres Sumedang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button