Sumedang – Pemuda PUI Sumedang menyalurkan donasi Al-Qur’an kepada korban banjir di Madrasah Diniyah Al Munawaroh, di Lingkungan Darangdan, Kabupaten Sumedang, Selasa (14/4/2026). Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kembali aktivitas belajar mengaji para santri setelah sejumlah Al-Qur’an dan perlengkapan belajar rusak akibat banjir.
Kegiatan ini diprakarsai oleh ketua Pemuda PUI Sumedang, Firdaus Adila Sera. Penyaluran dilakukan langsung ke lokasi terdampak setelah panitia menghimpun donasi dari para donatur.
Firdaus mengatakan, aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam menunjang sarana ibadah dan pendidikan keagamaan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara yang terdampak banjir. Semoga bantuan Al-Qur’an ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Firdaus.
Ia menjelaskan, proses kegiatan diawali dari pengumpulan donasi Al-Qur’an yang kemudian dipersiapkan untuk didistribusikan ke lokasi terdampak. Setibanya di Madrasah Diniyah Al Munawaroh, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari panitia dan perwakilan madrasah, serta penyerahan bantuan secara simbolis.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru. Para santri tampak antusias menerima bantuan tersebut. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk para korban banjir.
Perwakilan pihak madrasah menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, donasi tersebut sangat membantu para santri yang kehilangan Al-Qur’an akibat bencana.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemuda PUI Sumedang. Bantuan ini sangat berarti bagi kami, khususnya bagi para santri yang kehilangan Al-Qur’an akibat banjir. Semoga menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ucapnya.
Diketahui, banjir yang melanda wilayah Darangdan sebelumnya menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pembelajaran di madrasah, termasuk Al-Qur’an yang digunakan para santri untuk kegiatan mengaji sehari-hari. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas belajar di madrasah tersebut.
