Pasca Viral, Disdik Sumedang Minta Maaf dan Pastikan Rehab SDN Rancapurut di Perubahan APBD 2025
Sumedang – Pasca viral di media sosial, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena masih ada sekolah yang belum mendapatkan kesempatan untuk direhabilitasi. Kepala Disdik Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, memastikan SDN Rancapurut yang dalam kondisi memperihatinkan akan diperbaiki melalui perubahan APBD 2025.
“Kami dari dinas pendidikan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada masyarakat apabila ada sekolah-sekolah yang sampai saat ini belum mendapatkan kesempatan untuk di rehabilitasi,” kata Eka saat diwawancarai Tahu Ekspres, Rabu (27/8/2025).
“Insya Allah ini akan dilakukan rehabilitasi di perubahan APBD tahun 2025 (SDN Rancapurut), dan ini insya Allah sudah teranggarkan. Dan kami harapkan nanti dari pak kepsek juga untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekolah, menjaga sarana dan prasarana sekolah,” lanjutnya.
Eka menegaskan, pihaknya akan terus berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik bagi masyarakat meski dengan anggaran terbatas.
“Tapi insyaAllah kami akan terus, seoptimal mungkin memberikan yang terbaik dalam rangka untuk memberikan layanan terhadap masyarakat di dunia pendidikan,” ujarnya.
“Karena ini merupakan tanggungjawab kita bersama, ya untuk pemeliharaan, saya percaya dengan pak kepala sekolah untuk terus diperhatikan, pemeliharaannya, dan insyaAllah kami pun dari pemkab akan mendorong rehabilitasi atau pun revitalisasinya,” tambah Eka.
Menurutnya, rehabilitasi dan revitalisasi sekolah tetap harus melalui proses skala prioritas.
“Tentunya, berkaitan dengan rehabilitasi dan revitalisasi, karena anggaran yang ada pada kami, ini cukup terbatas, sehingga kami pun harus melakukan pemilihan yang sesuai dengan sekolah prioritas, sekolah mana saja, yang harus kita lakukan rehabilitasi,” jelasnya.
Sesuai dengan arahan pimpinan, lanjut Eka, kedepan Dinas Pendidikan akan selalu bergerak kroscek sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Sumedang.
“Walau kami pun menyadari bahwa semua sekolah itu harus memiliki bangunan yang nyaman dan aman, dan kami pun, sesuai dengan perintah pimpinan, harus terus melakukan kroscek ke lapangan, berkaitan dengan bangunan-bangunan sekolah, mana yang harus di rehab,” pungkasnya.







