PemerintahanSumedang

Pasca Serangan Hacker, Aplikasi Milik Pemkab Sumedang Diklaim Aman Meski Pakai Server PDN

Aplikasi yang disimpan di server PDN milik Pemkab Sumedang diantaranya eOffice dan aplikasi skala kecil seperti website SKPD.

Aplikasi milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang sebagian besar di simpan di server Pusat Data Nasional (PDN). Namun pasca serangan hacker berupa ransomware ke server PDN beberapa waktu lalu, data milik Pemkab Sumedang ini diklaim aman.

Adapun aplikasi yang disimpan di server PDN, menurut Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosanditik) Kabupaten Sumedang, Arief Syamsudin, salah satunya aplikasi eOffice dan aplikasi-aplikasi kecil seperti website SKPD.

“Yang disimpan di server PDN ada eOffice kemudian server flash. Server flash itu untuk nyimpen aplikasi-aplikasi yang skalanya kecil seperti website SKPD. Hampir semua data masuk PDN, tapi masih ada beberapa yang masih on premise di kita (server Diskominfosanditik Sumedang),” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Sumedang Serahkan Bantuan Rp315 Juta untuk Korban Bencana di Sumatera

Menurutnya, meskipun aplikasi milik Pemkab Sumedang disimpan di server PDN, tapi hal itu tidak berdampak pada berjalannya aplikasi yang ada meskipun ada serangan Ransomware.

“Sesuai dengan berita yang paling terganggu PDN yang servernya di Surabaya. Kami juga tidak tahu persis server kami di PDN mana karena ini sistemnya cloud. Tapi alhamdulilah kita tidak terdampak, layanan-layanan di Sumedang yang menggunakan aplikasi alhamdulillah lancar,” katanya.

Baca Juga :  Sumedang Turunkan Kemiskinan 0,29 Poin, Kolaborasi Semua Stakeholder Jadi Kunci

Ia menjelaskan, meskipun aplikasi Pemkab Sumedang menggunakan server PDN, akan tetapi on premise data yang ada di server Diskominfosanditik Sumedang dijadikan mirrornya.

“Jadi backup-nya itu kita bikin dua backup, di PDN-nya juga rutin kita backup untuk database-nya saja. Kalau untuk keseruluhan data server kita mirror-kan juga dengan on-premise yang ada di kita (server Diskominfosanditik) yang ada di Sumedang,” ujarnya .

Hal itu dilakukan, kata Arif, sebagai bentuk mitigasi jikalau server PDN terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebelumnya juga, ketika terjadi serangan hacker berupa Ransomware yang mengacaukan server PDN, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dan himbauan untuk mengganti password dan juga mengamankan backup data.

Baca Juga :  Sumedang Turunkan Kemiskinan 0,29 Poin, Kolaborasi Semua Stakeholder Jadi Kunci

“Alhamdulillah kita sudah lakukan sebagai bentuk mitigasi,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Kertamekar, Karistiana, mengaku menggunakan aplikasi eOffice Desa beberapa minggu terakhir berjalan lancar tanpa ada gangguan yang berarti.

“Alhamdulillah tadi pagi absen pagi-sore menggunakan eOffice berjalan lancar seperti biasa. Bikin surat pengajuan tadi juga bisa, layanan administrasi surat-menyurat pakai tanda tangan elektronik lancar semua,” kata Kuwu Olis, sapaan akrab Karistiana saat dikonfirmasi Tahu Ekspres melalui seluler.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button