Klarifikasi Sekda Jabar Usai Disentil Wagub Erwan Karena Jarang Ngantor
Bandung – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, akhirnya buka suara usai disentil Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, terkait absensinya dalam berbagai agenda pemerintahan dan tudingan jarang ngantor. Klarifikasi tersebut disampaikan Herman melalui akun Instagram pribadinya @hermansuryatman, Kamis (19/6/2025), tak lama setelah Rapat Paripurna DPRD Jabar digelar.
Rapat Paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat itu mengusung agenda Pandangan Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2024.
Dalam forum resmi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan bahwa dirinya maupun Gubernur Jawa Barat saat ini belum menjabat pada tahun anggaran 2024, sehingga bukan pihak yang tepat untuk menjelaskan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD.
“Nanti untuk penyampaian jawaban pelaksanaan APBD Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2024 yang akan menyampaikan saudara Sekda Jawa Barat, karena saya dengan Pak Gubernur pada tahun 2024 belum menjabat,” ujar Erwan saat memberikan sambutan dalam sidang.
Namun, Erwan sekaligus menyentil ketidakhadiran Herman dalam Paripurna dan menyinggung minimnya kehadiran sang Sekda di kantor.
“Supaya lebih real, tadi disampaikan oleh yang terhormat juga dari Fraksi PDIP, dan juga sekalian tanyakeun kamana wae Sekda gitu,” ucap Erwan.
“Selama saya Paripurna mewakili Pak Gubernur belum pernah saudara Sekda hadir. Dan sekarang pun di kantor gak pernah ada. Coba tanyakan sama yang terhormat anggota DPRD,” sambungnya.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik, terutama karena diungkap dalam forum resmi DPRD yang disiarkan terbuka. Tak berselang lama, Sekda Jabar Herman Suryatman memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
“Bapak/Ibu Pimpinan miwah Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, katut wargi-wargi warga Jawa Barat. Hapunten samudaya kalepatan rehna tadi enjing tabuh 10.30 WIB simkuring teu tiasa hadir acara Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat,” tulis Herman dalam unggahannya.
Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya dalam rapat disebabkan penugasan dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, untuk mendampingi kunjungan kerja Menteri PMK ke lokasi bencana di Pasirmunjul, Kabupaten Purwakarta.
“Hatur uninga, patali jadwal Pak Gubernur @dedimulyadi71 sareng disposisi beliau tiasa ditingal di update protokol. Kaleresan dina waktos anu ampir sami, tabuh 11.30 WIB simkuring nampi tugas ti Pak Gubernur kangge ngadampingi kunjungan kerja Bapak Menteri PMK ka lokasi bencana pergeseran tanah di Pasirmunjul Purwakarta. Aya 83 KK, 69 rumah tur 249 jiwa anu terdampak tur kedah diperhatoskeun,” ungkap Herman.
Lebih lanjut, Herman juga menyinggung soal keberadaannya yang disebut jarang muncul di kantor. Ia menyatakan bahwa meskipun tak selalu berada di Gedung Sate, dirinya aktif menjalankan tugas, baik di lapangan maupun dari rumah dinas.
“Punten upami henteu tiap dinten aya di Gedung Sate, simkuring aya di dinas-dinas atanapi aya di lapangan. Upamina seer anu kedah dikoordinasikeun, dikonsolidasikeun, simkuring di rumah dinas. Margi aya ruang rapat, aya ruang kerja oge di rumah dinas,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Herman menyampaikan permohonan maaf bila selama ini kinerjanya dirasa belum maksimal, namun menegaskan bahwa urusan kinerja bisa dipertanggungjawabkan.
“Hapunten bilih kinerja simkuring kirang nyugemakeun pimpinan miwah warga Jawa Barat. Salam baktos. Ari sae mah teubih kitu, tapi urusan kinerja, eta tanggal waler,” tegas Herman.







