Pendidikan

Anak-anak Terpilih di Sumedang Mulai Mengikuti Pendidikan di Barak Militer, KDM Diagendakan Hadir

Sumedang – Sebanyak 40 anak remaja terpilih di Sumedang mulai mengikuti program Pembinaan Karakter dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di Markas Kodim 0610/Sumedang, Jumat (9/5/2025). Program ini dirancang sebagai solusi atas persoalan sosial yang melanda kalangan remaja. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dijadwalkan hadir meninjau kegiatan ini usai salat Jumat.

Bupati Sumedang periode 2018–2023, H. Dony Ahmad Munir, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mengatasi persoalan kenakalan remaja.

“Hari ini saya meninjau dua kegiatan. Pertama, Pengembangan Karakter dan Wawasan Kebangsaan untuk 40 anak remaja yang kami fasilitasi karena mereka mengalami permasalahan sosial. Yang kedua, Latihan Dasar Kepemimpinan dan Karakter untuk 450 siswa SMK sederajat,” kata Dony di lokasi kegiatan.

Baca Juga :  Bukan dari APBD, Biaya Smart Pole di Sumedang Berkisar Rp600 Juta–Rp1 Miliar per Tiang

Dony menegaskan, negara tidak boleh diam saat melihat permasalahan sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, program ini merupakan langkah konkret dan aplikatif.

“Kami ingin mengikuti inisiatif Gubernur yang aplikatif dan solutif. Tidak bisa hanya diam saat ada persoalan. Negara harus hadir dan inilah bentuk kehadirannya,” tegasnya.

Para peserta tidak hanya dibina secara fisik, namun juga dibekali keterampilan pertanian, wawasan keagamaan, hingga pemahaman nilai-nilai kebangsaan.

“Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak Sumedang bisa menjadi Panca Waluya—Cageur, Bageur, Bener, Pinter tur Singer,” ujarnya.

Baca Juga :  BAZNAS dan Kodim 0610/Sumedang Berbagi Kepedulian: Ganti Oli Gratis Ojol dan Perbaikan Rutilahu di Hari Juang TNI AD

Program ini, lanjut Dony, merupakan respons atas banyaknya laporan dari orang tua yang kesulitan membimbing anak-anak mereka.

“Banyak WA masuk dari orang tua, mereka titip anak karena sudah tidak sanggup lagi mengarahkannya. Maka kami hadir, memberi jalan keluar yang sistematis,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut bisa menjadi model pembinaan yang dilaksanakan rutin setiap tiga bulan, sebagai sarana untuk “mengecas kembali” semangat dan karakter anak-anak.

“Anak-anak kita tidak bisa terus-menerus dalam kondisi seperti ini. Mereka punya masa depan dan kita semua bertanggung jawab menghantarkan mereka ke masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Optimis Prabu Combat Tekan Angka Perkelahian Jalanan

Kegiatan dimulai dengan penyerahan resmi 40 remaja dari orang tua kepada Kodim 0610/Sumedang, disusul penandatanganan nota kesepahaman antara Pemda Sumedang dan Kodim.

Sebelum masuk barak militer, para peserta telah menjalani pemeriksaan medis. Hasilnya menunjukkan sebagian besar mengalami ketidakstabilan emosi. Data diagnosa dan rekomendasi penanganan kini tercatat dalam sistem pemantauan digital milik Pemda.

Program pembinaan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mencakup pelatihan mental, disiplin, spiritual, kebugaran fisik, keterampilan hidup, serta pembinaan keagamaan dan kebangsaan. Selain itu, orang tua peserta juga mendapatkan pelatihan parenting agar dapat mendampingi anak-anak mereka secara lebih optimal di rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button