PeristiwaSumedang

Gudang Barang Elektronik Toko Tasik Sumedang Terbakar, Api Besar Berkobar Membumbung Tinggi

Sumedang – Kebakaran melalap sebuah gudang elektronik di kawasan Gudang Kopi RT 02 RW 13, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (20/11/2025) pagi.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.50 WIB ini menimbulkan api besar dan kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dari barang elektronik yang terbakar.

Sebanyak tiga unit kendaraan pemadam kebakaran dibantu tangki penyuplai air dari BPBD Sumedang, dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar besar tersebut.

Baca Juga :  Asal Usul Nasi Goreng dan Perkembanganya di Sumedang

“sempat terkendala gerbang yang masih ditutup, untuk berusaha memadamkan api dari atas. Setelah gerbang dibuka, api perlahan dapat dikendalikan petugas,” Ujar Yayat Hidayat, Danton Damkar Sumedang di lokasi kebakaran.

“Kita lakukan penyemprotan dari atas dulu, Setelah gerbang dibuka kita langsung lakukan pemadaman dari bagian dalam,” Tutur Yayat.

Baca Juga :  180 Suporter Persib Asal Sumedang Berangkat ke GBLA, Dikawal Polres Sumedang

Bukan hanya barang elektronik Kulkas, Showcase, Freezer dan Mesin Cuci, kata Yayat, kebakaran juga membakar bagian belakang dari mobil mewah yang terparkir di depan gudang. Bahkan satu unit motor pun tak luput terbakar hingga sebagian bodinya meleleh.

“Ini gudang elektronik Toko Tasik. Yang terbakar ada Kulkas, Mesin Cuci yang masih baru. Mobil kebetulan yang belakangnya saja yang terbakar,” Katanya.

Baca Juga :  Satpol PP Sumedang Perketat Pengawasan, Anggota Dibekali Teknik Identifikasi Rokok Ilegal

Diduga, tutur Yayat, api berasal dari korsleting listrik di panel meteran gudang. Sementara api berhasil dikendalikan dan padam secara keseluruhan setengah jam kemudian.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Untuk kerugian masih dalam perhitungan pemilik gudang,” Pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button