Mahasiswa P2MB Desa Cibitung Dukung SDGs Melalui Literasi Gizi dan Pencegahan Stunting Sejak Dini
Tahu Ekspres, Sumedang — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Desa Cibitung kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 yaitu Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), pada Sabtu (08/11/25).
Kegiatan “Kelas Ibu Hamil” tersebut dihadiri oleh para ibu hamil, kader posyandu, serta menghadirkan narasumber dari tenaga kesehatan profesional, yakni bidan desa, bidan kecamatan, dan dokter spesialis kandungan.
Menurut salah satu mahasiswa yang hadir, Ginaris Maya, para peserta mendapatkan berbagai edukasi penting mengenai kesehatan ibu hamil, di antaranya pemenuhan gizi selama masa kehamilan, pentingnya imunisasi bagi anak, serta langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini. Selain itu, disampaikan pula materi mengenai P2GP (Pemotongan dan Perlukaan Genitalia Perempuan) yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya praktik tersebut, baik dari sisi medis maupun hak asasi manusia.
“Mahasiswa P2MB berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini melalui pendampingan, dokumentasi, dan penyebarluasan informasi edukatif kepada masyarakat. Keterlibatan mahasiswa, khususnya dari bidang Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), memiliki makna strategis karena mereka tidak hanya berperan sebagai calon pendidik di sekolah, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang dapat menanamkan nilai-nilai kesehatan, kebersihan, dan kesadaran gizi sejak dini kepada anak-anak dan lingkungan keluarga,” ujarnya.
Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-3 tentang *Good Health and Well-Being* dan poin ke-4 tentang *Quality Education*. Edukasi yang diberikan kepada para ibu hamil tidak hanya mendukung tercapainya generasi bebas stunting, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan siap menerima pendidikan dasar secara optimal.
Melalui sinergi antara mahasiswa P2MB, tenaga kesehatan, dan masyarakat Desa Cibitung, kegiatan ini menjadi bentuk nyata penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa PGSD belajar langsung mengenai pentingnya pendekatan edukatif berbasis masyarakat bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan sosial.
“Lebih dari sekadar kegiatan edukatif, Kelas Ibu Hamil juga menjadi ruang kolaboratif untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi kesejahteraan bangsa. Para mahasiswa juga belajar bagaimana teori pemberdayaan masyarakat, gizi, dan pendidikan kesehatan dapat diterapkan secara langsung dalam konteks sosial dan budaya setempat. Pendekatan partisipatif yang digunakan dalam kegiatan ini mendorong ibu hamil untuk lebih aktif bertanya, berbagi pengalaman, dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kelas Ibu Hamil ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor antara pendidikan tinggi dan layanan kesehatan dapat berperan besar dalam membangun generasi masa depan yang lebih sehat dan berdaya. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut sebagai upaya berkelanjutan untuk mewujudkan *Stunting-Free Village* di Desa Cibitung serta mendukung visi besar Indonesia dalam mencapai SDGs 2030.
“Langkah ini sekaligus mempertegas peran mahasiswa PGSD sebagai pelopor pendidikan berbasis kemanusiaan dan keberlanjutan, yang tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kepedulian sosial terhadap kesehatan generasi mendatang,” tandasnya.






