KesehatanPemerintahan

BPJS Kesehatan Ingatkan Warga Sumedang: Jangan Telan Mentah-Mentah Hoaks soal JKN di Medsos

Sumedang – Di tengah maraknya informasi simpang siur di media sosial, BPJS Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap kabar bohong, terutama yang menyangkut layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Peringatan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, dr. Lily Kresnowati saat menghadiri kegiatan Gerakan Edukasi Bersama Komunitas Paham Sistem (GEMA KOMPAS) JKN yang digelar di Aula Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Rabu (9/7/2025).

Baca Juga :  Bupati Dony: Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Terus Pantau Informasi Cuaca BMKG

“Saat ini eranya media sosial. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru dipercaya. Karena berita negatif lebih cepat viral daripada informasi resmi. Sering kali itu ditumpangi kepentingan tertentu,” tegas dr. Lily.

Ia juga menekankan pentingnya masyarakat untuk mendapatkan informasi resmi seputar program JKN. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan telah menyiapkan berbagai kanal informasi dan pengaduan, baik secara daring maupun luring.

“Kalau ada keluhan, sampaikan lewat kanal resmi. Jangan diviralkan dulu sebelum jelas duduk perkaranya. Kami punya petugas khusus untuk menindaklanjuti setiap pengaduan,” tambahnya.

Baca Juga :  Canangkan Tagline "Sumedang Membumi", Bupati Sumedang Tegaskan Arah Kerja Nyata di Tahun 2026

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang memberikan apresiasi terhadap kehadiran jajaran pusat BPJS Kesehatan di daerahnya.

“Kalau masyarakat paham hak dan kewajiban, cara pakai kartu, mekanisme rujukan, sampai informasi soal tunggakan, itu akan mempermudah mereka saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Edukasi seperti ini sangat strategis,” ucap Bupati.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Angkat Bicara soal Emak-emak Viral Ngadu ke KDM Karena Terdampak Tol Cisumdawu

Ia berharap kegiatan edukasi semacam ini bisa semakin memperkuat pemahaman masyarakat soal JKN dan membuat mereka lebih kritis dalam memilah informasi.

Sebagai informasi, berdasarkan data hingga Mei 2025, jumlah peserta aktif JKN telah menembus angka 279 juta jiwa, atau sekitar 98 persen dari total populasi Indonesia. Capaian ini menempatkan BPJS Kesehatan sebagai sistem asuransi sosial dengan skema single payer terbesar di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button