Kuliner

Viral! KUMI Ramen Sumedang Diserbu Pengunjung, Antrean Mengular Jelang Berbuka

Sumedang – KUMI Ramen, restoran ramen autentik Jepang yang baru menggelar soft opening pada 7 Maret 2025, langsung viral dan diburu pengunjung. Menjelang waktu berbuka puasa, antrean panjang terlihat memenuhi area restoran di Sumedang, Minggu (16/3/2025).

Pemilik KUMI Ramen, Ade Susi, mengungkapkan bahwa daya tarik utama kedainya terletak pada proses pembuatan kuah ramen yang membutuhkan waktu hingga 10 jam.

“Salah satu keunggulan kami adalah kuah yang dimasak selama 10 jam untuk menghasilkan cita rasa autentik. Sejak dibuka, respons masyarakat luar biasa,” ujar Ade.

KUMI Ramen juga ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satu video promosi mereka bahkan masuk FYP TikTok dan ditonton lebih dari 10.000 kali tanpa menggunakan iklan. Di Google, restoran ini muncul sebagai hasil teratas saat mencari “Ramen Terenak Sumedang”, dengan rating mendekati bintang lima.

Marketing Communication KUMI Ramen, Ade Sahputra, mengakui tingginya antusiasme pelanggan membuat pihaknya harus menutup pemesanan lebih awal.

“Kami terpaksa menutup orderan sebelum waktunya karena jumlah pengunjung yang membludak. Kami ingin memastikan ramen yang disajikan tetap segar, karena proses memasaknya dilakukan secara dadakan,” kata Ade Sahputra.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang belum kebagian tempat.

“Kami mohon maaf bagi pelanggan yang harus menunggu lama atau tidak bisa mencicipi ramen kami hari ini. Ke depan, kami akan berusaha meningkatkan kapasitas agar lebih banyak orang bisa menikmati ramen di sini,” tambahnya.

Dari pantauan di Google Maps, pelanggan memuji rasa ramen yang autentik, pelayanan ramah, serta interior restoran yang nyaman dengan pemandangan persawahan. Dengan popularitas yang terus meningkat, KUMI Ramen semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi kuliner favorit di Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button