KONI Sumedang Bekali Tim Medis Jelang Porprov Jabar 2026, Budi Arrianto Sebut Mereka Pahlawan di Balik Medali

Sumedang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumedang menggelar pelatihan bagi tim medis cabang olahraga (cabor) di Aula Hotel Hanjuang Hegar, Cimalaka, Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Ketua KONI Sumedang, Budi Arrianto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu program kerja KONI yang telah berjalan sejak Februari 2026. Menurutnya, kegiatan itu disusun untuk memperkuat seluruh unsur pendukung prestasi atlet, termasuk tenaga medis.

“Jadi untuk kegiatan hari ini sebetulnya ini menjadi salah satu program dari KONI Sumedang. Ini merupakan rangkaian acara yang sudah kami laksanakan dari mulai bulan Februari sampai sekarang,” kata Budi.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari. Hari pertama diisi dengan pelatihan bagi pelatih rugby karena Sumedang mendapat amanah dari KONI Jawa Barat menjadi tuan rumah cabang olahraga rugby. Sementara hari kedua difokuskan pada peningkatan kapasitas tim medis dari berbagai cabor.

Budi menilai peran tim medis selama ini masih kurang mendapat perhatian, padahal keberadaannya sangat penting dalam mendukung prestasi atlet di arena pertandingan.

“Ketika kita melihat seorang atlet naik podium diberikan kalung medali dan dinyanyikan lagu Indonesia Raya, kadang kita bicara tentang atlet dan pelatih. Padahal di luar itu ada seorang pahlawan yang jarang tertangkap kamera atau sangat jarang digaungkan, yaitu medis,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Budi, KONI Sumedang memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan tim medis. Menurutnya, tenaga medis menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan atlet, terutama dalam memberikan penanganan pertama saat terjadi cedera di lapangan.

“Penanganan pertama itu yang menentukan sebetulnya. Kalau sudah masuk rumah sakit tentu ada dokter atau penanganan lanjutan. Tapi yang pertama itu adanya di venue, di cabor masing-masing,” jelasnya.

Budi menyebut hampir seluruh tim medis dari cabang olahraga di bawah naungan KONI Sumedang hadir mengikuti pelatihan tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal menghadapi Porprov Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

“Mudah-mudahan ini menjadi suatu bekal untuk Porprov yang akan dilaksanakan di bulan November. Saya minta untuk keseriusannya dalam penataan medis sekarang,” pungkasnya.

Exit mobile version