Kolaborasi dengan Bawaslu, Unwim Siap Perkuat Pendidikan Politik bagi Generasi Muda Khususnya Mahasiswa

Sumedang – Universitas Winaya Mukti (Unwim) menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan pengawasan partisipatif melalui kerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumedang. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kajian hukum, edukasi politik, hingga pelibatan aktif generasi muda dalam pengawasan demokrasi.

Komitmen itu disampaikan Staf Ahli Rektor Unwim Bidang Politik dan Hukum, Toni Supriyanto, dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan bertema “Membangun Kemitraan Strategis dalam Pengembangan Pengawasan Partisipatif, Literasi Demokrasi dan Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda” yang digelar di Aula Bawaslu Kabupaten Sumedang, Senin (29/6/2026).

Toni menilai sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk memperkuat kelembagaan pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi melalui pendidikan politik yang berkelanjutan.

“Kolaborasi antara Bawaslu dan sektor akademis adalah langkah krusial dalam memperkuat kelembagaan pengawasan. Kami di Universitas Winaya Mukti siap membangun kemitraan strategis, baik dalam bentuk edukasi, kajian hukum politik, maupun pelibatan aktif pemuda. Pendidikan politik yang tepat bagi generasi muda akan menumbuhkan kesadaran kritis, sehingga mereka tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga pengawas partisipatif yang aktif meminimalkan pelanggaran di lapangan,” kata Toni kepada Tahu Ekspres, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, pendidikan politik tidak lagi sebatas menyampaikan teori, melainkan harus mampu membentuk pola pikir kritis dan mendorong kolaborasi di tengah masyarakat.

“Intinya ada pergeseran dari pengajaran politik ke pendidikan politik, agar mahasiswa dan masyarakat mau dan mampu berpikir kritis serta berkolaboratif nanti,” pungkas Toni.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang konkret antara Bawaslu Kabupaten Sumedang dan Universitas Winaya Mukti dalam memperkuat pengawasan partisipatif, meningkatkan literasi demokrasi, serta mengawal terwujudnya demokrasi yang bersih di Kabupaten Sumedang maupun Indonesia.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sumedang, Ade Adrianta Sinulingga berharap kegiatan penguatan tersebut bisa ditandai dengan MoU secara kelembagaan.

“Kami berharap setelah kegiatan ini ada rencana tindak lanjut yang tadi sudah sedikit kami bahas, yaitu membuat MoU dengan kampus-kampus. Tidak hanya dua kampus yang menjadi narasumber hari ini, tetapi juga seluruh kampus di Kabupaten Sumedang,” ungkap Ade.

Exit mobile version