PendidikanSumedang

Kemah Bakti Harmoni Beragama di Kiara Payung Sumedang diikuti 4.900 Pramuka Lintas Agama, Menag: Bentuk Kerukunan

Sumedang – Sebanyak 4.900 anggota Pramuka dari Madrasah Aliyah negeri dan swasta, serta sekolah-sekolah di bawah binaan Kementerian Agama yang dibimbing Pembimas non-Muslim se-Jawa Barat, mengikuti Kemah Bakti Harmoni Beragama di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari dari tanggal 21 hingga 23 November itu resmi dibuka melalui penyematan tanda peserta, pelepasan burung merpati, oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, yang sekaligus menjabat Ketua Majelis Pembimbing Saka Kwartir Nasional.

Baca Juga :  Project Manager SSFF 2025: Festival Film Pendek Sumedang Gandeng Negara Asia Tenggara dan Australia

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengatakan, Kegiatan perkemahan pramuka merupakan cara yang efektif dalam menciptakan harmonisme kebersamaan.

“(Kemah)Untuk kerukunan lintas agama ini harus dibudayakan di Indonesia, ya. Karena ini adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencapai sebuah kebersamaan,” Ujar Menag Nasaruddin Umar

Baca Juga :  Gurame Akbar: Jadi Akar Sosial dan Ekonomi Desa Terpencil di Sumedang
Menag Nasaruddin Umar hadir di Kiara Payung Sumedang

Nasaruddin menuturkan, dalam kegiatan ini, dari lintas agama, lintas budaya, lintas generasi, lintas sekolah, lintas apa saja menyatu dalam suatu kesatuan. “Nah, hal ini(kesatuan) yang kita harapkan di masa depan,” Tuturnya.

Wahana untuk menciptakan sebuah kebersamaan ini, lanjut Menag Nasaruddin, sebagai bentuk indahnya sebuah perbedaan. “Jadi, semoga Indonesia ini akan jaya dengan kerukunan bersama, ketentraman, ketenangan, dan kedamaian kerukunan,” Ungkapnya.

Baca Juga :  Sumedang Kembali Membawa 2 Piala di Kejuaraan Pacuan Kuda Gubernur Cup

Menag Nasaruddin juga mengingatkan, tanpa kerukunan, tidak akan ada kesejahteraan. Seperti hal kerukunan untuk sebuah agama, kerukunan antar etnik, hingga kerukunan antar daerah.

“tidak akan ada apapun. Tidak ada kebahagiaan, tidak ada kesejahteraan tanpa ada kerukunan, untuk terwujudnya kebahagiaan,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button