BisnisEkonomiKomunitasPendidikanSosialSumedangSurianWisata

Gurame Akbar: Jadi Akar Sosial dan Ekonomi Desa Terpencil di Sumedang

Sumedang – Hanya dalam satu tahun merintis, Akbar Agung Gumelar berhasil mengubah mimpi budidaya ikan gurame di Desa Ranggasari menjadi kenyataan yang menyentuh hati.

Pemuda yang lahir 23 tahun lalu, kini memimpin tim beranggotakan 5 orang pemuda, untuk mengelola 10 kolam yang menampung lebih dari 5000 ekor ikan Gurame.

Hebatnya lagi, sebagian timnya merupakan anak putus sekolah, yang diberdayakan sehingga bisa tetap berkarya.

“Tujuan dilakukanya budidaya ini untuk sosial,” ujar Akbar kepada Tahuekspres.com saat ditanyai di lokasi kolam budidayanya, Jum’at (12/12/2025) sore.

Pemuda pelopor Kabupaten Sumedang Bidang Ketahanan Pangan itu, mengatakan bahwa setiap hasilnya disalurkan untuk warga sekitar, terutama anak stunting dan lansia.

Baca Juga :  Tiang Pintar Sumedang Siap Beroperasi Besok, Akan Diresmikan Wamendagri

Bahkan, keuntungan usaha belum pernah ia ambil untuk pribadi, semua hasil diputarkan kembali untuk mengembangkan usahanya.

Awalnya hanya 5 kolam terpal yang didukung Dinas Perikanan dan Peternakan, kini jumlah kolam tumbuh menjadi 10: 8 terpal (3 di antaranya dibeli dari pendor di Cirebon) dan 2 kolam tembok.

Untuk memastikan ikan sehat, ia tidak hanya menggunakan pakan pellet, tapi juga pakan alternatif alami seperti daun talas, dan rumput liar yang juga berfungsi sebagai antibiotik untuk kesehatan ikan.

Baca Juga :  Program Kecakapan Kerja (PKK) 2025 Resmi Dibuka, LKP Gosfaro Fokus Siapkan Desainer Grafis Muda Sumedang

Rahasia keberhasilannya juga terletak pada budidaya yang fleksibel. Setiap kolam bisa menampung 500 ekor ikan kecil, berkurang menjadi 300 ekor saat berusia 3 bulan.

“Tanpa menunggu sampai usia panen 7 bulan, Akbar menjual gurame sesuai ukuran setiap bulannya. mulai dari ukuran korek gas, gaple, pahpir, sampai kapal api pada bulan keenam.” Tuturnya.

Akbar menyebut, Sumedang masih kekurangan gurame. Hal itu terbukti ketika target awalnya hanya untuk konsumsi, namun ternyata banyak warga ingin memelihara gurame di halaman rumah atau ladang.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Cipasir–Jelegong Berlanjut Lewat Swadaya dan Kepedulian Sosial

“Ternyata di Sumedang kekurangan Gurame,” Sebutnya.

Permintaan bahkan tidak cukup terpenuhi meskipun ia sudah punya mitra di Tomo, Zubairpam, Perum Jati Hurip, Jati Mulia, dan Wanajaya.

Tidak hanya itu, Akbar juga tengah menata kawasan menjadi wisata edukasi dengan fokus “storytelling” tentang perikanan.

Meskipun saat ini alasnya masih tanah dan belum maksimal, ia tetap fokus pada penataan sebelum mengambil keuntungan.

“Gurame di sini bukan cuma ikan, tapi benang pemikat untuk memperkuat sosial dan ekonomi warga,” tutupnya penuh semangat.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button