Sumedang – Setelah adanya keluhan warga mengenai sejumlah rumah dan tempat ibadah di Dusun Cipeles, Desa Cipeles, Kecamatan Tomo, yang terancam abrasi akibat luapan Sungai Cipeles, BPBD Kabupaten Sumedang turun tangan melakukan assessment dan penanganan sementara pada Rabu (10/12/2025) pagi. Langkah ini dilakukan setelah kerusakan serupa sebelumnya terjadi sejak awal Mei dan kembali berulang pada Oktober lalu.
Salah seorang warga, Lilis Lestari (36), menyebut abrasi yang terjadi telah mengikis bangunan secara parah hingga mendekati permukiman warga dan masjid. Ia mengaku khawatir karena kondisi terus memburuk tanpa adanya penanganan permanen.
“Sebagai warga terdampak, saya berharap pemerintah bisa segera melakukan penanganan permanen. Rumah saya dekat sekali dengan aliran Sungai Cipeles,” kata Lilis saat diwawancarai Tahu Ekspres, Kamis (11/12/2025).
Ia menuturkan, pihak BBWS sebenarnya sempat datang sejak kejadian pertama pada Mei. Namun, menurutnya belum ada tindakan lanjutan hingga abrasi kembali terjadi pada 31 Oktober.
“BBWS sudah sempat ke sini waktu Mei, tapi belum ada tindakan sampai akhirnya kejadian lagi bulan November. Katanya harus nunggu air surut, tapi waktu kemarau juga belum ada tindakan. Sekarang sudah masuk musim hujan lagi,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga, Kabid Darlog BPBD Sumedang, Hendar, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan lokasi sekitar pukul 08.00 WIB sekaligus membawa dukungan logistik untuk kerja bakti penanganan.
“BPBD bersama unsur desa dan warga melakukan gotong royong dengan membangun geobag berisi pasir untuk menahan gerusan sungai,” ujar Hendar saat dikonfirmasi.

Ia turut mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama yang rumahnya berada di tepi sungai.
“Kami mengimbau para penghuni rumah terdampak supaya mencari tempat yang lebih aman jika debit air meningkat,” katanya.
Dalam penanganan sementara ini, BPBD dibantu aparatur desa, Babinsa, BBWS, serta warga setempat. Menurut Hendar, BBWS juga telah meninjau lokasi untuk menentukan langkah teknis lanjutan.
“BBWS tadi sudah melihat langsung kondisi abrasi untuk menentukan penanganan yang perlu dilakukan lebih lanjut,” jelasnya.
Saat ini, pemasangan geobag masih terus dilanjutkan sambil menunggu keputusan penanganan permanen dari instansi terkait.







