Disdik Sumedang Bakal Uji Coba Sekolah Masuk Jam 06.30, Tuai Pro dan Kontra Orangtua
Sumedang – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang berencana melakukan uji coba jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB sebelum benar-benar menerapkannya. Uji coba ini merespons Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam surat edaran bernomor 58/PK.03/DISDIK itu disebutkan bahwa jam efektif pembelajaran di Jawa Barat dimulai pukul 06.30 setiap hari dari Senin hingga Kamis dengan durasi belajar 195 menit per hari. Sementara khusus hari Jumat, jam masuk tetap sama, hanya durasinya dipangkas menjadi 120 menit.
“Ini kan sudah masuk di akhir tahun ajaran, jadi nanti setelah uji coba dan melakukan kajian bersama seluruh satuan pendidikan di Sumedang baru kami putuskan sesuai hasil kajian, apakah bisa diterapkan atau ada penyesuaian,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, Rabu (4/6/2025).
Uji coba sendiri direncanakan akan dilakukan pada akhir tahun ajaran 2024/2025. Kajian juga tidak hanya fokus pada jam masuk, tapi juga soal penerapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam 5 hari sekolah per minggu.
“Seperti di SMP 2 itu sudah cukup lama berjalan tiap minggunya hanya 5 hari sekolah, dan beberapa sekolah lainnya mulai menerapkan. Tapi ini nanti akan kami kaji juga,” tutur Eka.
Eka menambahkan, kajian secara komprehensif penting dilakukan mengingat kondisi geografis di Sumedang yang cukup menantang bagi sebagian siswa.
“Nanti setelah uji coba dua minggu dan kajian selesai dilaksanakan, bila memungkinkan akan kami berlakukan mulai tahun ajaran baru 2025/2026. Tapi pada prinsipnya, kami mengapresiasi adanya surat edaran dari gubernur ini,” sebut Eka.
Terkait rencana tersebut, muncul pro dan kontra dari masyarakat. Salah satunya datang dari Mustofa (45), warga Kecamatan Pamulihan, yang menyatakan keberatannya.
“Kurang setuju, karena biasanya itu saya antar anak ke sekolah sekalian berangkat kerja. Kalau jam masuknya 06.30, berarti saya harus berangkat pukul 06.00, kebayang repotnya, belum sarapan,” ujar Mustofa.
Namun beda dengan Rita (42), warga Lingkungan Kaum, Kelurahan Regol Wetan, Sumedang Selatan. Ibu dua anak ini justru sangat mendukung perubahan tersebut.
“Sangat setuju ya, itu kalau masuk sekolahnya jam segitu bisa mendisiplinkan anak supaya bangun jam lima pagi, jadi setelah salat subuh gak tidur lagi,” ujar Rita.
Menurutnya, aturan tersebut tidak hanya berdampak pada anak, tapi juga orang tua, terkait dengan kebiasaan disiplin waktu, dirinya menyebut hal tersebut bagus.
“Aturan ini kan nantinya, kesannya jadi terasa memaksa, tapi bagus buat mendisiplinkan waktu. Kalau sudah dipaksa, nanti kan jadi terbiasa jadi kebiasaan yang baik. Karena, saya pribadi sebagai orang tua itu biasanya setelah salat subuh itu tidur lagi, kalau jam 06.00 sudah harus berangkat ke sekolah, kan jadi ikut mikir, ga bisa maksa tidur lagi sampai jam 06.00 baru bangun,” kata Rita.







