Tanah Bergerak Putus Akses Jalan di Cisarua, Ancam 13 Rumah dan 80 Warga Dievakuasi
Sumedang – Akses jalan desa yang menghubungkan Dusun Cisalak dan Dusun Marasa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, terputus total akibat pergeseran tanah. Peristiwa yang terjadi Minggu (4/5/2025) dini hari itu juga membuat 13 rumah warga terancam dan 80 jiwa harus dievakuasi.
Pergeseran tanah terjadi sekitar pukul 03.30 WIB di Dusun Sukaasih RT 02 RW 06, Desa Cisalak. Material tanah yang bergerak menggerus akses jalan serta merusak sejumlah bangunan.
“Peristiwa ini diduga dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pergeseran tanah mencakup area dengan lebar sekitar 50 meter dan panjang 200 meter,” kata Kapolsek Cisarua Ipda Epi Yuhana, mewakili Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono.
Ipda Epi menyebut, dampak kerusakan cukup parah. “Tembok penahan tanah sepanjang 50 meter dengan tinggi 2 meter roboh. Selain itu, dua kandang kambing ukuran 7×6 meter ikut ambruk. Beruntung, saat kejadian kandang dalam keadaan kosong,” ujarnya.
Sementara menurut Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, petugas gabungan dari unsur Pemkab, Polres, BPBD, Forkopimcam, dan perangkat desa langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
“Sebanyak 13 rumah yang dihuni 20 kepala keluarga dengan total 80 jiwa telah kami evakuasi ke Kantor Desa Cisalak. Ini untuk mengantisipasi potensi bencana susulan,” ungkap
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Atang Sutarno, menegaskan bahwa pergeseran tanah menyebabkan jalur utama antar dusun terputus.
“Pergerakan tanah ini telah memutus akses jalan yang menghubungkan Dusun Cisalak dan Dusun Marasa,” ujar Atang.
Menurutnya, BPBD Sumedang akan segera berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk kajian lanjutan. “Kami tengah berkonsultasi dengan pihak Badan Geologi untuk penanganan jangka panjang,” jelasnya.
Namun, Atang menekankan saat ini fokus utama adalah penanganan darurat bagi warga terdampak. “Prioritas kami sekarang adalah pemenuhan kebutuhan logistik bagi para pengungsi,” tambahnya.
BPBD juga mengimbau warga agar tetap waspada dan mematuhi arahan dari petugas di lapangan. Lokasi tersebut diketahui memang rawan pergeseran tanah, sehingga perlu perhatian khusus agar bencana tidak berulang dan menimbulkan korban lebih besar.







