HukumNasionalPendidikanSejarahSosialSumedangSurian

Bupati Dony Turun Tangan Berikan Solusi dan Ungkap Hikmah Dibalik Bencana Longsor Surian

Sumedang – Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan untuk berikan solusi pasca longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Surian.

Hal tersebut terpantau melalu unggahan di berbagai akun resmi media sosialnya, pada Sabtu (13/12/2025).

Dalam narasinya itu, Dia menjelaskan bahwa bencana longsor di Surian, telah menyebabkan kerugian yang cukup parah bagi masyarakat petani, dengan lebih dari 9 hektar sawah dan 5 hektar kebun tergerus material longsor.

“Sehingga, petani sawah harus mengalami gagal panen sepenuhnya.” Tutur Bupati Dony.

Baca Juga :  Mantap, Jalanan Sumedang Bersih Seketika Usai Malam Pergantian Tahun

Menghadapi kondisi tersebut, Bupati Dony Ahmad Munir langsung turun tangan memberikan solusi dan menarik pembelajaran yang sangat penting.

“Ini adalah musibah bagi masyarakat dan pemerintah Sumedang, tapi insyaallah kami hadir untuk mengatasinya,” ungkap Bupati melalui narasinya.

Selain kerusakan lahan pertanian, longsor juga memutus aliran air bersih bagi tiga desa di sekitar lokasi longsor.

Sebagai solusi untuk mengatasi masalah mendesak ini, pemerintah sudah mulai mengangkut air bersih dari sumber luar.

Baca Juga :  Sumedang Hadapi Tantangan Cuaca Ekstrem, BMKG Jabar Sorot Urgensi Penguatan Infrastruktur di Tengah Ancaman Siklon

“Sementara Dinas Pekerjaan Umum (PU), tengah melakukan perhitungan untuk memperbaiki saluran air secara permanen.” Katanya.

Tak hanya itu, untuk keluarga terdampak, terutama petani yang kehilangan mata pencaharian, pemerintah akan menyiapkan bantuan berkelanjutan.

“Kita berikan sembako, beras, dan yang lainnya, dengan pemberian minimal 10 kg tiap bulan sampai sawahnya bisa berfungsi kembali,” jelas Bupati.

Lebih penting, Bupati menekankan bahwa longsor ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Baca Juga :  Direksi dan Relawan PLN Terjun Langsung Pastikan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh

Khususnya untuk daerah dengan lereng curam di pegunungan, dia meminta agar tanaman keras tidak ditebang dan tanah tidak ditanami palawija.

“Palawija tidak mengikat tanah, sehingga membuat daerah rawan longsor,” katanya.

Untuk menjaga keselamatan masa depan dan kelestarian alam, Bupati juga meminta pihak Perhutani untuk lebih ketat mengawasi penggunaan lahan curam.

“Jangan ada lagi tanah curam yang ditanami palawija,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button