Bupati Dony Sebut Pengajian ASN Sumedang Setiap Malam Jumat Bukan Rutinitas Seremonial
Sumedang — Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan pengajian rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar setiap malam Jumat tidak boleh diperlakukan sebagai rutinitas seremonial semata. Ia meminta kegiatan tersebut menjadi ruang pembenahan diri yang berdampak langsung pada integritas aparatur dan kualitas pelayanan publik.
Pesan itu disampaikan Dony saat memberikan arahan dalam Pengajian Rutin ASN di Gedung Negara, Kamis (8/1/2026). Di hadapan para aparatur, ia menekankan bahwa kehadiran fisik dalam pengajian tidak cukup jika tidak diiringi perubahan sikap dan perilaku dalam keseharian kerja.
“Pengajian ini bukan hanya soal hadir setiap malam Jumat, tetapi bagaimana iman kita meningkat, akhlak kita berubah menjadi lebih baik, dan semangat pengabdian kita di kantor semakin kuat,” ujar Dony.
Menurut Dony, pengajian seharusnya menjadi momentum untuk menata ulang hati, meluruskan niat, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Ia menilai kedekatan spiritual berpengaruh langsung terhadap etika kerja dan kualitas pelayanan ASN kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Dony juga menyinggung peristiwa Isra Mi’raj sebagai pengingat utama kewajiban shalat. Ia mengajak ASN melakukan refleksi terhadap kualitas ibadah yang selama ini dijalankan, terutama menyangkut kekhusyukan dan ketepatan waktu.
“Jangan sampai shalat hanya menjadi kewajiban yang digugurkan. Kita perlu meniatkan dan mengupayakan shalat yang khusyuk, karena dari shalat yang baik akan lahir perilaku yang baik,” tegasnya.
Dony menekankan bahwa kekhusyukan dalam shalat bukan sekadar urusan personal, melainkan berpengaruh pada karakter ASN dalam menjalankan amanah jabatan. Menurutnya, kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab kerja lahir dari fondasi spiritual yang kuat.
Ia juga mendorong ASN untuk menghayati bacaan shalat, khususnya Surah Al-Fatihah, sebagai bentuk komunikasi langsung dengan Allah SWT. Penghayatan tersebut diyakini mampu menjadi sumber ketenangan sekaligus jalan keluar atas berbagai persoalan pekerjaan dan kehidupan.
“Ketika membaca ‘ihdinas sirathal mustaqim’, hadirkan persoalan yang sedang kita hadapi, lalu mohon kepada Allah agar diberi jalan keluar, dimudahkan solusinya, dan dilapangkan hati untuk menerimanya,” ungkap Dony.







