HukumPemerintahan

Buntut Dugaan Kasus Premanisme Berkedok Wartawan di Desa, Puluhan Kades Sambangi Mapolres Sumedang

Sumedang – Puluhan kepala desa di Kabupaten Sumedang yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) menyambangi Mapolres Sumedang untuk beraudiensi, buntut dari dugaan aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum yang mengaku wartawan, tepatnya di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang.

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono, bersama Wakapolres, Kasat Reskrim, Kasat Intel, dan Kasat Binmas Polres Sumedang pada Rabu (25/6/2025).

“Alhamdulillah, kami diterima langsung oleh Bapak Kapolres, Wakapolres, dan Kasat Reskrim,” kata Ketua DPC APDESI Kabupaten Sumedang, Welly Sanjaya, kepada wartawan.

Welly mengungkapkan bahwa pemerintahan desa, khususnya di Kabupaten Sumedang, sering kali menjadi sasaran aksi premanisme.

“Saya banyak menerima keluhan dari para Kepala Desa (Kades) yang kerap didatangi oleh orang atau oknum yang mengaku-ngaku wartawan ataupun dari salah satu organisasi, dan ujung-ujungnya meminta uang dengan dalih tertentu. Salah satunya yang terjadi di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua,” ucapnya.

Baca Juga :  Empat PAW dan Satu Pj Kades Dilantik, Ketua APDESI Sumedang Serukan Kekompakan

Di Desa Ciuyah, kata Welly, ada sebanyak enam orang yang mengaku sebagai wartawan. Awalnya, mereka menelpon dan menyampaikan bahwa pengelolaan Bumdes Ciuyah tidak berjalan dan akan diberitakan.

Jika ingin diberitanya diturunkan (takedown), sambung Welly, korban diminta memberikan sejumlah uang, dengan total keseluruhan Rp 8.400.000, kepada enam orang yang mengaku sebagai wartawan tersebut.

“Kasus ini kemarin telah dilaporkan langsung kepada pihak kepolisian Polres Sumedang. Dan kami dari DPC APDESI Sumedang menegaskan akan mengawal dan memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Desa Ciuyah atas pelaporan tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  Pengamen Bersenjata di Sumedang Ditangkap, Polisi Temukan Bubuk Kratom

Welly menuturkan, langkah ini diambil untuk memberikan efek jera dan agar pemerintahan desa tidak lagi menjadi korban atau sasaran premanisme yang mengatasnamakan salah satu profesi atau lembaga.

“Laporannya sudah diterima langsung kemarin. Dan kami juga akan memberikan dukungan penuh terhadap Pemerintah Desa Ciuyah dari segala bentuk teror yang datang atas laporan tersebut,” tegas Kepala Desa Serang, Kecamatan Cimalaka itu.

Selain menyampaikan dukungan terhadap kepolisian dalam memberantas aksi premanisme di Kabupaten Sumedang, kata Welly, pihaknya juga mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-79.

“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian dari Polres Sumedang yang telah menerima laporan tersebut. Dan kami berharap peristiwa ini dapat ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono menyampaikan, kolaborasi dengan kepala desa menjadi kunci bagi Polri untuk menciptakan situasi yang aman dan tertib.

Baca Juga :  Empat PAW dan Satu Pj Kades Dilantik, Ketua APDESI Sumedang Serukan Kekompakan

“Kami percaya bahwa kekuatan utama dalam menjaga kamtibmas ada pada kolaborasi antara Polri dan pemerintah desa. Kepala desa adalah garda terdepan di masyarakat, dan sinergi ini sangat penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” kata AKBP Joko.

Terakhir, Kapolres mengatakan bahwa jajaran kepolisian berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama aktif dalam mendukung pembangunan desa, khususnya di bidang keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami dari jajaran Polres Sumedang akan terus membuka ruang komunikasi dan bekerja sama secara aktif dalam mendukung setiap program pembangunan di desa yang berkaitan dengan keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button