BUMDes Cipta Mandiri Kembangkan UMKM Desa, Investasi Modal Jadi Penggerak Ekonomi Warga
Sumedang – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cipta Mandiri, Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, terus mengembangkan berbagai unit usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penyertaan modal dan pendampingan bagi pelaku UMKM di desa.
Direktur BUMDes Cipta Mandiri, Melcyana Wulandari, mengatakan BUMDes saat ini mengelola beragam jenis usaha, mulai dari jasa sewa hantaran pernikahan, penjualan buket fresh flower dan buket wisuda, makanan ringan, pempek, suvenir, hingga layanan Payment Point Online Bank (PPOB).
“BUMDes Cipta Mandiri saat ini menjalankan usaha pengembangan UMKM di lingkungan desa. Jenis usahanya beragam, mulai dari sewa hantaran pernikahan, buket, makanan ringan, pempek, suvenir, jasa PPOB, dan masih banyak usaha lainnya,” kata Melcyana seusai rapat pembahasan BUMDes dengan pihak Kecamatan Pamulihan di Kantor Desa Ciptasari, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, BUMDes menerima penyertaan modal sebesar Rp50 juta pada 2023 dan kembali memperoleh penyertaan modal Rp50 juta pada 2024. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan usaha yang dijalankan bersama para pelaku UMKM.
Menurut Melcyana, investasi modal tersebut berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Selain membantu pelaku usaha mengembangkan usahanya, BUMDes juga aktif mendorong UMKM mengikuti berbagai pameran dan bazar yang rutin digelar di Kabupaten Sumedang.
“Pemberian investasi modal usaha ini membantu meningkatkan perekonomian warga desa dan menambah semangat para UMKM untuk mengembangkan usahanya melalui berbagai kegiatan, seperti pameran dan bazar yang sering dilaksanakan di Sumedang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan UMKM tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi BUMDes yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Dikonfirmasi terpisah, kepala desa Ciptasari, Iis Leniawati, terkait dengan kepengurusan BUMDes sebelumnya, ia menjelaskan, hal tersebut sudah diselesaikan secara administrasi oleh desa, jadi kepengurusan BUMDes yang sekarang hanya mempertanggung jawabkan masa kepemimpinannya yang sekarang saja.
“Kalau untuk kepengurusan sebelumnya itu mah udah diselesaikan oleh Desa, secara administrasi sudah selesai,” katanya.
Saat ini beberapa usaha sudah dijalankan oleh BUMDes, namun memang masih ada dana yang mengendap. Bukannya tidak mau menyalurkan, lanjutnya, permintaan modal dari masyarakat juga ada yang masuk melalui proposal.
“Namun kan harus jelas dulu usahanya, saya tidak mau gegabah menyalurkan permodalan dan Allhamdulilah tadi sudah musyawarah dengan pihak Kecamatan, mungkin dalam waktu dekat juga kita akan musyawarah lagi di desa terkait penyaluran dana BUMDes,” kata Iis.
Ia berharap, usaha BUMDes yang dijalankan harus bisa menghasilkan, karena ini bukan dana hibah, tapi modal usaha.
“Perlu saya sampaikan, permodalan BUMDes itu bukan dana hibah, tapi ada pertanggung jawabannya, alias harus balik modal, lebih bagus bisa menguntungkan. Jadi, jika ada masyarakat Ciptasari yang ingin mendapatkan akses permodalan dana BUMDes harus siap dengan pengembalian modalnya dan harus menguntungkan biar jadi PADes,” pungkasnya.







