BisnisKulinerSumedangSumedang Utara

Oasis Hijau di Jantung Sumedang: Menjelajahi Pesona Kafe Minimalis Berhias Tanaman

Sumedang, – Di tengah geliat pembangunan dan tradisi yang kental di Sumedang, hadir sebuah tren yang menyegarkan: kafe minimalis berhias tanaman. Lebih dari sekadar tempat menikmati kopi, kafe-kafe ini menawarkan ruang relaksasi yang memadukan estetika modern dengan sentuhan alam.

Dulu, interior kafe di Sumedang didominasi desain konvensional. Kini, suasana berubah dengan hadirnya tanaman hijau yang merambat di dinding, pot-pot berisi sukulen yang menghiasi setiap sudut, dan aroma alami yang menenangkan. Transformasi ini bukan hanya tren sesaat, tetapi juga cerminan gaya hidup masyarakat urban yang semakin peduli pada lingkungan.

Baca Juga :  Dari Keterbatasan ke Keberhasilan: Festival Film Pendek Sumedang Buktikan Daya Kreatif Tanpa Batas

“Gak segitunya juga sih, saya hanya ingin menciptakan tempat yang nyaman dan instagramable, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan,” Ujar Demi, pemilik salah satu kafe minimalis di pusat kota Sumedang.

Demi menambahkan, bahwa tanaman membantu menciptakan suasana yang lebih hidup dan segar.” tambahnya.

Konsep minimalis yang dipadukan dengan tanaman bukan hanya soal dekorasi. Ada filosofi tentang kesederhanaan, keseimbangan, dan koneksi dengan alam.

Baca Juga :  Jalan Parakanmuncang - Tegalmanggung Mulai Diaspal, Bupati Dony: Tahun Depan Tuntas

Dia memilih furnitur dengan cermat, mengutamakan fungsi dan estetika yang bersih. Warna-warna netral mendominasi, menciptakan suasana yang tenang dan harmonis.

“saya ingin pengunjung merasa rileks dan nyaman saat berada di sini, tanaman membantu menciptakan suasana yang lebih alami dan menenangkan.” Tandasnya.

Berkunjung ke kafe minimalis berhias tanaman di Sumedang bukan hanya tentang menikmati kopi. Ini adalah pengalaman multi-sensori yang memanjakan mata, hidung, dan jiwa.

Baca Juga :  Kemah Bakti Harmoni Beragama di Kiara Payung Sumedang diikuti 4.900 Pramuka Lintas Agama, Menag: Bentuk Kerukunan

Mata dimanjakan dengan hijaunya tanaman, hidung mencium aroma kopi dan dedaunan, dan telinga mendengar alunan musik yang menenangkan.

Seorang pengunjung, Bimo Satrio, menuturkan, bahwa Ia seringkali datang ke kedai kopi (Gubo) ini.

“Karena suasananya asik, menunya cukup lengkap. Ada makananya juga, bahkan makanan berat seperti nasi goreng.” tuturnya saat ditanyai oleh TahuEkspres.com, Sabtu (8/10/2025) sore.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button