BuahduaPeristiwaSumedang

BPBD Sumedang Catat Puluhan Rumah Rusak dan Ratusan Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Buahdua

Sumedang – Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (18/4/2025) sore. Bencana tersebut merusak puluhan rumah dan berdampak pada lebih dari seratus warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang mencatat sebanyak 87 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 16 rumah rusak berat dan 71 rumah rusak ringan. Sementara itu, sebanyak 106 kepala keluarga (KK) terdampak.

“Dari data sementara, ada 88 KK terdampak di Desa Buahdua dan 18 KK di Desa Gendereh,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, Kosdiani Wulandari, Minggu (20/4/2025).

Baca Juga :  Bencana Banjir dan TPT Ambruk di Sumedang Usai Hujan Deras, BPBD: 'Sudah Tertangani'

Selain rumah warga, satu sekolah dengan dua ruang kelas juga mengalami kerusakan. Hujan deras disertai angin kencang membuat banyak atap rumah beterbangan dan pohon tumbang di sejumlah titik. Beberapa pohon bahkan menutup jalan kabupaten dan menimpa jaringan listrik.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Hantam Desa Haurngombong, 30 KK Terdampak

“Puting beliung terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya wilayah Buahdua diguyur hujan lebat sejak pukul 16.30 WIB,” ujar Kosdiani.

Ia menambahkan, tim Pusdalops BPBD Sumedang langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Tim melakukan asesmen, pendataan rumah yang terdampak, serta pembersihan pohon tumbang.

“Sebagian warga sudah mengungsi ke rumah kerabat, dan aparat desa memasang terpal sementara di rumah-rumah yang atapnya hilang diterjang angin,” jelasnya.

Baca Juga :  Longsor Timbun Akses ke Suriamukti Surian dan Sebabkan Listrik Padam, BPBD Sumedang: 'Akibat Cuaca Ekstrem'

Saat ini BPBD masih melakukan pendataan lanjutan. Kosdiani juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di musim penghujan ini.

“Kami juga mencatat kebutuhan mendesak di lapangan, seperti terpal, mesin chainsaw, sembako, selimut, dan alas tidur,” kata Kosdiani.

Penanganan dilakukan secara kolaboratif oleh BPBD Sumedang, PMI, Tagana, TNI, Polri, PLN, aparatur desa, dan warga setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button