Hiburan

Biduan Sumedang ‘Dini Guntur’ Viral Nyanyi Lagu Buruh Tani saat Hajatan Ditengah Isu Demo Berkecamuk

Terekam saat acara hajatan di Jatigede, Dini Guntur mengaku aksinya spontan dan tidak berhubungan dengan demonstrasi yang sedang marak.

SUMEDANG – Seorang biduan asal Sumedang, Dini Sapitri alias Dini Guntur (27), mendadak viral di media sosial setelah video dirinya menyanyikan lagu “Buruh Tani” saat hajatan tersebar. Aksi ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah maraknya demonstrasi di berbagai wilayah di Indonesia sejak akhir Agustus hingga awal September 2025.

Video yang diunggah oleh adiknya sendiri pada 2 September 2025 melalui akun TikTok @riogdc itu telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali per 11 September 2025. Dalam video berdurasi 1 menit 6 detik tersebut, Dini terlihat asik bernyanyi melantunkan lirik lagu yang kerap menjadi lagu perjuangan massa aksi.

Kepada tahuekspres.com, Dini menjelaskan bahwa aksinya tersebut murni spontanitas dan tidak direncanakan. “Itu spontanitas dari otak saya, tidak kepikiran sekarang lagi ramai demo terus nyanyi lagu itu, enggak,” ujar Dini, pendiri GDC Musik yang beralamat di Desa Cijati, Situraja.

Wanita berusia 27 tahun ini menambahkan bahwa ia sebelumnya tidak pernah merencanakan untuk membawakan lagu tersebut. “Sebelumnya lagi nyanyi lagu yang lain terus ke lagu itu, biasa di-medley gitu, nyambung-nyambungin lagu tapi yang pas nadanya dari satu lagu ke lagu lainnya,” jelas Dini.

Dini mengaku sudah hafal lagu tersebut sejak lama. Ia pernah membuat konten cover lagu “Buruh Tani” pada 2021.

Menurutnya, lagu itu mudah di-medley dengan musik lain. “Saya suka saja lagu itu, karena di-medley kemana-mana juga nyambung lagunya, jadi masuk lagunya,” kata Dini.

Dini Guntur juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan aksi demonstrasi yang terjadi. “Sebelumnya saya juga tidak pernah demo, turun ke jalan unjuk rasa, belum pernah,” tutup Dini.

Video tersebut direkam saat Dini sedang manggung di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, pada 1 September 2025. Peristiwa itu menjadi perbincangan hangat di tengah situasi nasional yang sedang memanas akibat aksi demonstrasi yang telah menelan korban dan menyebabkan kerusakan fasilitas umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button