Bencana Banjir dan TPT Ambruk di Sumedang Usai Hujan Deras, BPBD: ‘Sudah Tertangani’
Sumedang – Hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung sejak Rabu (19/11/2025) sore memicu banjir genangan dan ambruknya dinding penahan tanah (TPT) di sejumlah titik di Kabupaten Sumedang. BPBD memastikan seluruh kejadian sudah ditangani dan kondisi aman terkendali.
Kabid Darlog BPBD Sumedang, Hendar, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi terjadi cukup lama, mulai pukul 15.30 hingga malam hari, sehingga mengakibatkan saluran air meluap dan satu TPT runtuh.
“Intensitas hujan sangat tinggi dan berlangsung lama. Beberapa saluran irigasi tersumbat sehingga air meluap ke jalan, serta satu TPT ambruk akibat tingginya tekanan air tanah,” ujar Hendar saat dikonfirmasi Tahu Ekspres.
Banjir genangan pertama terjadi pukul 17.00 WIB di Jl Pangeran Tampomas, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, dengan ketinggian air 10–50 cm akibat saluran yang tersumbat sampah. Sekitar pukul 17.30 WIB, air juga meluap ke badan jalan di Jl Prabu Taji Malela, lingkungan Cipadung. Genangan setinggi 10–30 cm terjadi setelah saluran irigasi penuh dan tersumbat.
Sementara itu, pukul 20.35 WIB, TPT milik seorang warga bernama Ibu Dedeh di Dusun Cibunut, Desa Cikole, Kecamatan Cimalaka, ambruk dan menimpa rumah milik Casmita. Material TPT menyebabkan bagian dapur rumah jebol, namun tidak ada korban jiwa. Dua keluarga dengan total 6 jiwa terdampak kejadian tersebut.
“TPT ambruk menyebabkan dinding rumah jebol. Untungnya tidak ada korban jiwa, namun penghuni terdampak dan sudah kami data,” kata Hendar.
Ia menegaskan semua lokasi terdampak telah ditangani hingga pukul 21.30 WIB bersama TNI, Polri, Damkar, Forkopimcam, PMI, Tagana, dan masyarakat setempat.
“Seluruh kejadian sudah kami tangani dan situasi aman terkendali,” ujarnya.







