Sumedang — Dugaan keterlibatan partai politik dalam pendanaan kegiatan mahasiswa di Universitas Sebelas April (Unsap) Sumedang dalam kegiatan Gema Berkah Ramadan 2026 menjadi sorotan. Polemik tersebut bermula dari unggahan media Instagram himaakssas yang merupakan akun media sosial Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Sebelas April yang diunggah pada Rabu (4/3/2026).
Dalam isi unggahan tersebut, berisi pernyataan sikap terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Unsap terkait dugaan penggandengan partai politik dalam kegiatan mahasiswa di kampus serta kelalaian pengawasan fungsi BEM oleh BPM dalam hal tersebut.
Adapun caption dalam unggahan tersebut sebagai berikut, “LEMBAGA MAHASISWA DARURAT INTEGRITAS: BEM BERPOLITIK, BPM LALAI. HIMA Akuntansi UNSAP menyatakan sikap. Kami mengecam keras langkah BEM yang menggandeng partai politik dan menyayangkan BPM yang gagal menjalankan fungsi pengawasannya.”
Menanggapi hal itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsap Azzahra Azka Tsaqofa memberikan klarifikasi terkait isu tersebut.
Azka menegaskan bahwa BEM Unsap tidak pernah menjalin kerja sama dengan partai politik mana pun, baik pada periode kepengurusannya maupun periode sebelumnya.
“Saya menyatakan dengan tegas bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa pada periode ini, bahkan sebelumnya pun, tidak pernah menjalin kerja sama dengan partai politik. Kemudian, hal yang menjadi mirisnya adalah tidak ada konfirmasi ataupun diskusi Ormawa dengan BEM terlebih dahulu untuk menanyakan perihal ini,” kata Azka saat dikonfirmasi Tahu Ekspres, Sabtu (7/3/2026).
Ia mengakui memang terdapat kesalahan dalam pencantuman logo partai politik pada banner kegiatan mahasiswa, khususnya pada rangkaian kegiatan Gerakan Berkah Ramadan.
“Kami menyadari memang ada kesalahan dari segi pencantuman logo parpol ke dalam banner kegiatan, terutama dalam kegiatan Gerakan Berkah Ramadan. Kami bisa menyatakan memang ada uang yang masuk dari partai politik, tapi hal itu berbentuk donasi, bukan berbentuk dukungan kegiatan maupun kepentingan politik apa pun,” ujarnya.
Menurutnya, panitia kegiatan tidak pernah mengajukan proposal sponsorship kepada partai politik.
“Kami bahkan tidak mengirimkan dari segi dokumen atau proposal sponsor ke partai politik. Mungkin itu boleh dicek kembali. Kami memang tidak, bahkan dari panitia pun memang tidak mengirimkan sama sekali proposal kegiatan maupun proposal sponsorship untuk meminta dukungan dari mereka,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dana yang berasal dari partai politik tersebut murni merupakan donasi dan bukan dukungan terhadap kegiatan.
“Jadi, memang pure bahwa partai politik pada saat itu di kegiatan itu juga memang bentuknya adalah donasi saja. Hal itu, kesalahan tersebut disebabkan adanya miskomunikasi antara humas yang menganggap bahwa memang organisasi apa pun yang memberikan uang itu dimasukkan ke dalam sponsor, padahal memang itu berbentuk donasi,” ujarnya.
Azka juga menyebut dana tersebut belum digunakan untuk kegiatan dan masih utuh.
“Setelah kita meninjau ulang kepanitiaan, bentuk donasi pun dari partai politik bahkan tidak meminta apa pun dan kita tidak memberikan keuntungan apa pun. Jadi pure kalau misalkan dari segi uang, kita bisa menyatakan bahwa uang tersebut masih utuh karena mungkin belum disalurkan terhadap kegiatan social care,” katanya.
Ia menegaskan tuduhan bahwa dana dari partai politik digunakan untuk kegiatan mahasiswa tidak benar.
“Jadi, untuk dana kegiatan, terhadap tuduhan bahwa uang dari parpol digunakan untuk dana kegiatan, kita menyatakan bahwa itu tidak benar adanya. Kemudian, terhadap pernyataan atau tanggapan Unsop, terutama dari Badan Eksekutif Mahasiswa terhadap pernyataan sikap Ormawa yang dirilis, kami meresponsnya dengan, pertama kami meminta bukti konkret bahwa BEM Unsop menjalin kerja sama dengan partai politik itu seperti apa, apakah ada bukti atau tidak,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu Ketua Pelaksana rangkaian kegiatan Tabligh Akbar Gema Berkah Ramadan 2026, Daud Ramdani, mengatakan polemik tersebut muncul karena adanya kesalahpahaman.
“Sebenarnya mah saya gak ngerti juga pertamanya sama yang meramaikan ini, tanpa mereka ketahui yang sebenarnya, mereka langsung mengklaim bahwa hal yang ramai ini ada salah,” kata Daud.
Ia menjelaskan adanya donasi yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui salah satu panitia yang memiliki hubungan kedekatan maupun keluarga dengan pihak kader partai.
“Nah sebenarnya yang donasi kegiatan dari PKS, karena ada salah seorang anak panitia kegiatan acara ini punya akses ke sana (PKS) karena ada hubungan saudara,” ujarnya.
Namun, Daud menegaskan dana tersebut tidak digunakan untuk anggaran kegiatan, melainkan untuk kegiatan open donasi bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Yang menjadi permasalahan, emang sebenarnya ada nominal dari parpol, hanya saja bukan diperuntukkan untuk kegiatan, tapi ngasih buat open donasi dan dari pribadi,” katanya.
Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah donasi tersebut berasal dari lembaga partai atau individu kader partai.
“Saya pun itu pemberian donasi tidak tahu dari partainya langsung (secara kelembagaan), gak tahu dari secara pribadinya (kader partai), intinya nominal tersebut dari parpol untuk open donasi, bukan untuk anggaran kegiatan,” ujarnya.
Menurut Daud, donasi tersebut diberikan secara tunai dan rencananya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan dalam rangkaian kegiatan Ramadan.
“Bentuk pemberiannya cash, uangnya mah. Dan donasi mah bukan untuk donasi kegiatan, tapi ada open donasi buat masyarakat yang membutuhkan dalam rangkaian acara Ramadan. Masih dalam rangkaian acara ini, rangkaian acaranya kan ada beberapa, yang pertama lomba, kedua tabligh akbar, yang ketiga open donasi bagi orang yang membutuhkan,” katanya.
Ia juga menilai polemik yang muncul dipicu oleh miskomunikasi terkait pencantuman logo partai pada materi publikasi kegiatan.
“Dan yang menjadi masalah besar sepertinya adalah adanya miskomunikasi dalam penyantuman logo partai, namun untung ada koreksi sehingga tidak terjadi hal tersebut. Mungkin ini bagian kesalahan, karena pencantuman logo sponsor oleh divisi PDD itu sekitar H-3 atau H-2,” pungkasnya.
