SUMEDANG – Curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sumedang pada Minggu malam menyebabkan debit Sungai Cipicung meluap dan saluran air di sejumlah titik tidak mampu menahan derasnya aliran. Akibatnya, banjir bandang merendam Dusun Sepat Desa Sukajaya serta Lingkungan Singaparna Kelurahan Regolwetan, Kecamatan Sumedang Selatan, dengan ketinggian air sekitar 20–50 sentimeter.
Di Dusun Sepat, sebanyak enam rumah terdampak banjir dengan arus cukup deras. Selain permukiman, satu kolam pemancingan milik warga setempat juga ikut terendam. Sementara di Lingkungan Singaparna, tercatat sembilan rumah terdampak di RT 02 RW 11 dan dua rumah lainnya terendam di RT 03 RW 11.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, Hendar, menyampaikan bahwa banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan dalam waktu singkat sehingga aliran sungai dan selokan meluap ke pemukiman.
“Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Sumedang mengakibatkan debit sungai Cipicung meluap serta selokan yang mengakibatkan rumah terendam dengan ketinggian berpariasi 20-50 cm,” ujarnya.
Hendar menambahkan bahwa tim BPBD langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan keselamatan warga.
Hingga Senin pagi, kondisi air di kedua wilayah mulai surut dan warga mulai membersihkan sisa material banjir di rumah masing-masing. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.







