Bakti Sosial RG Adji Poetih: Dukung Situs Bersejarah dan Sentuh Langsung Warga di Kaki Gunung Lingga

Sumedang – Semangat berbagi dan menjaga warisan leluhur melebur jadi satu dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Ridjalul Ghaib (RG) Adji Poetih, Jumat (22/05/2026) siang.

Bertempat di areal pos pendakian menuju Puncak Gunung Lingga, Kampung Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, kegiatan ini menghadirkan dua program unggulan yang dirancang untuk memberi dampak nyata, baik bagi pelestarian kawasan bersejarah maupun kesejahteraan warga sekitar.

Dua program utama yang digulirkan, yakni Udunan Karumasaan dan Jamparing Asih. Keduanya lahir dari kepedulian tinggi para anggota RG Adji Poetih, sepenuhnya dibiayai lewat swadaya dan kontribusi sukarela.

“Program Udunan Karumasaan fokus mendukung situs-situs strategis dan bernilai sejarah. Kali ini kami salurkan dana Rp 25 juta khusus pembangunan saluran air, dari mata air hingga ke Makam Eyang Prabu Tadjimalela. Air ini nantinya untuk kebutuhan wudhu, mandi, bersih-bersih, dan kebutuhan umum para peziarah,” ujar Gayus Swagian, Ketua Rijalul Ghoib Adji Poetih.

Dana ini dialokasikan agar akses air di kawasan keramat tetap terjaga, mendukung kenyamanan pengunjung, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian agar warisan leluhur tetap terawat dan bisa dinikmati generasi mendatang.

Sementara itu, program kedua Jamparing Asih hadir dengan pendekatan berbeda, lebih bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

“Kalau Udunan Karumasaan menjaga situs, Jamparing Asih kami rancang agar bisa menyentuh masyarakat secara perorangan, jangkauannya lebih luas dan tepat sasaran. Kami ingin kehadiran RG benar-benar terasa membantu,” tambahnya.

Bukti nyata terlihat saat bantuan berupa uang santunan diserahkan langsung ke sekitar 20 warga yang membutuhkan. Bantuan ini disiapkan untuk meringankan beban, menyebarkan kebahagiaan, dan menegaskan kehadiran RG Adji Poetih di tengah masyarakat.

Lewat dua program ini, RG Adji Poetih membuktikan berbagi dan membangun bukan hanya soal memberi, tapi memahami kebutuhan lingkungan dan manusia di dalamnya.

Di satu sisi menjaga jejak sejarah, di sisi lain jadi solusi nyata bagi kebutuhan dasar terutama para peziarah yang rutin berkunjung ke makam patilasan Eyang Prabu Tadjimalela.

Kegiatan di kaki Gunung Lingga ini menjadi contoh harmonisasi, pelestarian budaya, kepedulian sosial, sekaligus dukungan ekonomi lokal lewat pembangunan strategis yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat adat di Kabupaten Sumedang.*

Exit mobile version