KomunitasPendidikanSosial

Komunitas Dampak Id Dukung Aksi Nyata Pendidikan dan Ekonomi di Sumedang

Sumedang – Komunitas Dampak Indonesia (Id) menyambut baik berbagai inisiatif yang mendukung akses pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat prasejahtera di Sumedang. Ketua Komunitas Dampak Indonesia, Fajar Islam, menyebut program-program tersebut sejalan dengan misi komunitas yang sejak awal dibentuk untuk menjawab ketimpangan pendidikan di daerah.

“Komunitas ini tumbuh dari keresahan anak-anak muda Sumedang. Kami yang hanya ber 6 ini melihat sendiri masih banyak anak yatim piatu atau dari keluarga tidak mampu yang kesulitan mengakses pendidikan yang layak,” ujar Fajar kepada Tahu Ekspres, Jumat (13/6/2025).

Fajar menyebut beberapa langkah konkret yang kini dijalankan di Sumedang patut didukung dan diperluas. Di antaranya adalah fasilitasi perlengkapan sekolah bagi siswa yatim piatu dan keluarga kurang mampu, pendampingan pendaftaran masuk SMA, serta pemberian akses belajar bahasa Inggris tambahan untuk siswa SD.

“Ini bukan hanya bantuan sesaat, tapi bentuk keberpihakan nyata terhadap anak-anak yang selama ini tertinggal dari sistem,” tegasnya.

Selain di bidang pendidikan, komunitas juga menilai program pemberdayaan ekonomi untuk ibu-ibu rumah tangga sebagai langkah penting. Fajar menyebut, program pembentukan, pelatihan, dan pendampingan kelompok usaha perempuan merupakan bentuk intervensi jangka panjang yang berdampak langsung pada pendidikan anak.

“Kalau ibu-ibu di rumah bisa produktif dan berdaya secara ekonomi, itu akan berpengaruh pada keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka. Jadi ini sangat strategis,” katanya.

Komunitas Dampak Indonesia, yang berdiri di Sumedang dan digerakkan oleh 6 pemuda pemudi yaitu Juli Purnama, Puteri Rizeki, Shofwa, Hawa Putri, dan Ai Deli, selama ini fokus memberikan akses pendidikan tambahan gratis, fasilitasi beasiswa, dan advokasi pendidikan bagi kelompok marginal.

Fajar juga menyoroti bahwa perubahan tak akan bisa terjadi tanpa sinergi.

“Kami butuh dukungan semua pihak. Kepada masyarakat atau pihak swasta, bahkan komunitas kecil pun bisa ambil peran. Karena memastikan satu anak tetap sekolah hari ini, artinya kita sedang membangun masa depan Sumedang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button