Sumedang – Upaya pembersihan dan perbaikan rumah warga terdampak angin puting beliung di Desa Haurngombong mulai dilakukan pada Kamis (4/12/2025). Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di empat RT yang mengalami kerusakan cukup parah.
“Kegiatan perbaikan dan pembersihan pada Kamis 4 Desember 2025 di empat RT dimulai pukul 08.00 sampai selesai,” ujar Kapten Inf Agus Hermawan, Danramil 1004/Tanjungsari.
Ia menegaskan bahwa seluruh unsur gabungan bergerak cepat membantu warga.
Empat titik yang menjadi fokus adalah Dusun Karang Nangka RT 01 Rw01, Dusun Rancamekar RT 02 RW 01, Dusun Rancamekar RT 03 RW 01, dan Dusun Simpang RT 04 RW 01.
“Bencana angin puting yang mengakibatkan atap rumah dari genteng dan asbes hancur diterjang angin terjadi di Dusun Karang Nangka dan Rancamekar, Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, pada Rabu 3 Desember 2025,” tutur Agus.
Sejumlah unsur diterjunkan dalam penanganan cepat tersebut, mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD, Dinas Sosial, Brimob Sayang, hingga pemerintah desa.
Kehadiran mereka memastikan proses evakuasi dan perbaikan berjalan terkoordinasi dan merata di wilayah terdampak.
Data sementara mencatat 30 pemilik bangunan rumah dan fasilitas umum terdampak, termasuk beberapa warga seperti Pipin, Mulyana, Ari, dan Rukmana. Dua fasilitas umum juga mengalami kerusakan, yakni Masjid Al-Mutakien dan Pondok Pesantren Rindu Mutakien.
Kebutuhan material perbaikan masih cukup besar.
“Terpal 20 lebar ukuran 5×4, genteng 500 biji, kayu kaso 3 meter satu kubik, kayu 10×10 setengah kubik, papan setengah kubik, asbes 70 lembar, paku 7’, ereng setengah kubik, seng talang 20 meter, dan semen 12 sak,” kata Agus merinci kebutuhan sesuai laporan lapangan.
Ia memastikan proses pemulihan akan terus dilakukan hingga seluruh rumah warga kembali aman dan layak huni.







